Breaking News:

Berita Tabalong

Satlantas Polres Tabalong Sudah Tindak 21 Pelanggar, Tiga Motor Terindikasi Balapan

Petugas Satlantas Polres Tabalong merazia pengendara saat pagi, sore, malam dan jelang subuh yang terindikasi balapan motor, 21 orang ditindak.

SATLANTAS POLRES TABALONG
Sosialisasi terkait sanksi balapan liar yang dibuat Satlantas Polres Tabalong, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Jajaran Polres Tabalong melalui Satuan Lalulintas (Satlantas) semakin gencar melakukan kegiatan antisipasi balapan motor di jalanan.

Sejak sebelum Ramadan, Satlantas Polres Tabalong Kalimantan Selatan telah memberikan imbauan agar tidak melakukan kegiatan yang bisa merugikan orang lain dan diri sendiri itu.

Bahkan di malam pertama Ramadan sudah langsung berhasil menemukan belasan anak muda yang diduga terlibat balapan liar di seputaran Taman Giat Kota Tanjung, Kabupaten Tabalong.

Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori melalui Kasatlantas Iptu Narendra Rian Agusta, Minggu (18/4/2021),  mengatakan, sampai saat ini mereka masih tetap lakukan patroli siang, sore, malam dan subuh.

Baca juga: Polres Banjarbaru Amankan 14 Motor Diduga untuk Balapan, Bisa Diambil Setelah Lebaran

Baca juga: Petugas Gabungan Bubarkan Balapan Liar, Belasan Anak Muda Digiring ke Mapolres Tabalong

"Selama melaksanakan patroli tersebut, kami sudah menindak 21 pelanggar," ungkap Narendra.

Pelanggar-pelanggar tersebut mereka dapatkan menjelang sahur. Dan dari 21 pelanggar, ada  3 diantaranya yang terindikasi melakukan balapan motor di jalanan.

Ditambahkannya, selain patroli rutin itu untuk mencegah balapan liar ini pihaknya juga gencar lakukan sosialisasi.

Terutama, terkait sanksi yang bisa dikenakan terhadap mereka yang terbukti melakukan balapan liar di jalanan.

Baca juga: Antisipasi Balap Liar Selama Ramadhan 1442 H, Satlantas Polres Tabalong akan Gelar Partoli Gabungan

Baca juga: Remaja Terlibat Balapan di Jalanan Beserta 8 Motor Diamankan Polres HSU

Sesuai UURI No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan diancam dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

"Sosialiasi ini kami laksanakan dengan cara membuat konten-konten imbauan di media sosial, dan kami sebarluaskan di grup2 WAG. Karena dengan sosialisasi konten lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Khususnya para orangtua, untuk mengawasi anaknya di rumah," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved