Breaking News:

Berita HST

Sawah Tertutup Lumpur, Komisi II DPRD HST Sarankan Petani Beralih ke Hortikultura

Anggota Komisi II DPRD HST menyarankan petani yang sawahnya tertutup lumpur pasca banjir menyarankan petani beralih menanam hortikultura

banjarmasinpost.co.id/hanani
Petani di Asam Pauh Desa Bakti Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menghadapi anjloknya harga padi hasil panen mereka yang hanya dihargai Rp 4.100 sampai Rp 4.300 per kilogram. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Anggota Komisi II DPRD Hulu Sungai Tengah (HST)  Yazid Fahmi menyatakan, pihaknya telah mendiskusikan dengan dinas terkait  langkah-langkah kongkrit  yang harus segera diambil Pemkab HST terkait masalah sawah yang tertutup lumpur tersebut.

Menurut Yazid, salah satu solusi adalah mengalihfungsikan  lahan sawah ke pertanian holtikultura.

"Yang terpenting percepatan program terkait penanganan ini segera dilakukan,”kata anggota Dewan dari Partai Berkarya ini.

Menurutnya, Pemkab HST harus memberikan perhatian lebih kepada para petani yang saat ini terdampak banjir dan membuat mereka kehilangan sumber mata pencaharian.  Khususnya bagi yang sawahnya tak bisa digarap lagi.

Baca juga: Masih Diatas Harga Pemerintah, Bulog Sebut Harga Gabah Petani di HST Tidak Anjlok

Baca juga: Sekitar 100 Hektare Sawah di Kabupaten HST Tak Bisa Digarap Akibat Tertutup Lumpur

Baca juga: Sawah dan Kebun Terendam Banjir, Warga Munggu Raya Kabupaten Banjar Harap-Harap Cemas 

“Apalagi hampir 90 persen masyarakat HST hidup dari sektor pertanian,”katanya.

Sementara, Anggota dewan dari Partai Bulan Bintang, Sampurna menyarankan, agar Pemkab HST memberikan solusi mengatasi masalah tersebut dengan membuat program pemberian bibit tanaman pangan lain. Seperti jagung atau tanaman jangka pendek lainnya sebagai pengganti tanaman padi.

Alasannya, bercocok tanam padi merupakan satu-satunya mata pencaharian warga di desa-desa tersebut.

"Jadi harus ada program bantuan yang bisa membantu mereka mendapatkan sumber penghasilan lain. Seperti berkebun jagung, cabai atau jenis sayuran. Berikan bantuan bibit beserta pupuknya, karena bantuan seperti itu yang saat ini dibutuhkan,”kata Sampurna.

Dia sendiri menyatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian HST namun, belum ada solusi program yang diberikan.

Anggota DPRD HST Dapil Barabai, Batubenawa dan Hantakan ini menyatakan, telah memantau kondisi lahan tertutup lumpur di desa-desa tersebut.

Baca juga: Banjir Kalsel, Desa Masiraan Kabupaten HST Terendam, Tanaman Padi Kembali Terancam Poso

Sampurna bahkan memperkirakan ada 300 hentar sawah yang tak bisa digarap karena kondisi tersebut.

“Kecuali di bantu di boldozer alat berat baru bisa menyingkirkan lumpurnya,”kata Sampurna, yang mengaku sawah yang dimilikinya pun mengalami hal sama, tak bisa digarap lagi untuk menanam padi.  (banjarmasinpost.co.id/hanani ) 

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved