Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Sebut Ketersediaan Ikan Laut Memadai

Tiga kapal nelayan datang di Banjar Raya Banjarmasin isi total 30 ton ikan, di Cold Stroge ada 192 ton ikan, dua Container Frezeer isi 20 ton ikan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono memonitor ketersediaan ikan laut di Pelabuhan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga ikan laut di wilayah Kalimantan Selatan sedikit naik dari biasanya, antara Rp 3.000 sampai Rp 4.000. 

"Ada sedikit kenaikan harga dari biasanya dikarenakan musim tangkapan ikan yang berkurang. Untuk harga ikan peda sekitaran Rp 34.000, tongkol Rp 23.000 dan ikan lajang Rp 29.000,“ rinci Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalsel, Rusdi Hartono, Senin (19/4/2021).

Namun ia juga mengatakan bahwa ketersediaan ikan masih tercukupi. Semisal di Pasar Ikan Banjar Raya  Banjarmasin, 3 buah kapal datang isi total 30 ton.

Kemudian, lanjutnya, di penyimpanan atau Cold Stroge masih ada 192 ton. Adapun di Container Frezeer (2 unit) isi 20 ton.

Baca juga: Ramadhan 1442 H, Pengusaha Roti Gepeng Sepi Orderan, Kue Kering Meningkat

Baca juga: UPDATE Covid 19 Kalsel: 112 Pasien Sembuh, Positif 31, Meninggal 4 Orang

Baca juga: Kakek 61 Tahun Asal Jakarta Meninggal di Hotel Banjarmasin, Kadinkes Pastikan Pasien Covid-19

Baca juga: Mantan Sekda Tanahbumbu Ditahan, Kejari Tanbu: Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kursi

"Kalau bicara stok ikan laut untuk wilayah Kalsel serta Banjarmasin untuk bulan Ramadan kali ini stabil,  tercukupi," tandasnya.

Dia pun berharap pasokan ikan laut dari nelayan dan persediaan di pendingin mampu mencukupi keperluan  masyarakat. 

"Di tambah dengan cadangan ikan freezer kita yang di Kulsturit, Insya Allah cukuplah untuk Ramadan kali ini," ucap Rusdi. 

Sementara itu pedagang ikan di Pasar Bauntung Banjarbaru, Rohmah, mengaku memang kenaikan ikan sudah dari rantai distribusi sebelunnya sehingga menjual eceran dengan harga sedikit naik pula.

"Dari yang mengirim sudah naik, jadi saya naikkan juga harganya, selisih Rp 10.000," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved