Breaking News:

Berita Tanahlaut

Ditangkap di Pondok Sawah Tabanio, 2 Pelaku Pembunuhan di Warung Jorong Tala Sempat Jadi Buruh Tani

BT (23) dan AR (21)dua pelaku pembunuhan di warung Jorong Tanahlaut berhasil dibekuk jajaran Polsek Jirong Polres Tanahlaut

Polsek Jorong untuk Bpost
BT (23) dan AR (21) dua pelaku pembunuhan di warung Jorong Tanahlaut dibekuk di tempat persembunyiannya di Pondok Sawah, Tabanio, Sabtu (17/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Berpindah-pindah tempat bahkan kemudian menjadi buruh tani. Aktivitas ini dilakoni BT (23) dan AR (21) pascakeduanya terlibat kasus pembunuhan di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), tiga pekan lalu.

Hal itu dilakukan kakak beradik warga Desa Batibati, Kecamatan Batibati, itu guna menghilangkan jejak. Selain itu juga untuk bertahan hidup.

"Kedua tersangka sempat jadi buruh tanam padi di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung," sebut Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi melalui Kapolsek Jorong Iptu Wahyu Hidayat diwakili Kanit Reskrim Ipda Eko Suhansyah, Senin (19/4/2021).

Eko menuturkan kedua tersangka sempat selama sebelas hari melakoni aktivitas tersebut sebelum kemudian ditangkap, Sabtu pagi kemarin sekitar pukul 06.00 Wita.

Baca juga: Pengunjung Warung di Jorong Tanahlaut Tewas Ditikam, Begini Kronologis Pria Tanahbumbu Dihabisi

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Mayat Petani Jagung Hampang Kabupaten Kotabaru Ditemukan di Ladang

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Pencari Ikan di Satui Tanahbumbu Ditemukan Tewas Mengenaskan

Kakak beradik itu ditangkap di pondok sawah di Tabanio tersebut saat tidur. Di tempat itu pula selama berhari-hari keduanya menginap.

Tak ada perlawanan apa pun ketika petugas gabungan Polsek Jorong, Takisung, dan Resmob Polda mengepung dan menangkapnya.

Kini BT dan AR meringkuk di sel tahanan Mapolsek Jorong guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ungkapan penyelasan pun keluar dari mulut kedua pemuda tersebut kepada penyidik. 

"Tersangka kami jerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun," ucap eko.

Ia menuturkan pascakejadian, kedua tersangka juga sempat berpindah ke beberapa tempat yakni di Magalahung, Binuang (Tapin). Lalu, ke Gambut andil, Kabupaten Banjar, dan kemudian ke Tabanio.

Sebelum terlibat pembunuhan, sebut Eko, tersangka bekerja sebagai penunggu kebun kelapa sawit di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong.

Mengenai ihwal hingga keduanya nekat menghabisi korban, MY (29) warga Kotabaru, Eko mengatakan berdasar pengakuan tersangka lantaran saat itu korban menyenggol badan tersangka.

"Antara korban dan tersangka tidak saling kenal. Saat itu tersangka dan korban sama-sama dalam keadaan mabuk," jelas Eko

Insiden berdarah itu terjadi pada 28 Maret 2021 lalu sekitar pukul 18.00 Wita, di warung di tepi Jalan A Yani di wilayah RT 03 Desa Jorong, Kecamatan Jorong.

Baca juga: Pembunuhan di Banjarmasin, Pemuda Sungai Andai Tewas Ditombak, Pelaku Ngaku Kesal Tak Digubris

Saat itu, kedua tersangka bersama seorang laki-laki lain datang ke warung itu menaiki dua unit sepeda motor. Tak lama berselang, datang korban dan menyenggol badan tersangka.

Sekonyong-konyong kedua tersangka menarik korban ke samping warung dan langsung menikam. Mengetahui korban tersungkur berlumur darah, pelaku bergegas pergi. Apes, handphone salah satu pelaku tertinggal di warung. (Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved