Breaking News:

Lihan Meninggal

Divonis 2 Tahun 10 Bulan, Masa Tahanan Lihan di Lapas Banjarbaru Tersisa 13 Bulan

Kasus tindak pidana penipuan menjerat Lihan dengan masa tahanan 2 tahun 10 bulan. Lihan pun tersisa menjalani penahanan 1 tahun 1 bulan

istimewa
Lihan (Baju putih) didatangi petugas kepolisian yang menangani kasusnya, September 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah bebas dari kasus penipuan miliar rupiah pada beberapa tahun lalu, mantan pengusaha intan asal Cindi Alus Martapura, Kabupaten Banjar Lihan kembali mendekam di penjara.

Unit Reskrim Polsek Banjarbaru Kota mengamankan Lihan di rumah sewaanya di Kota Bandung, tepatnya di perumahan Green Valley Residence, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandala Jati, Rabu, 18 September 2018.

Setelah di vonis Mantan terpidana kasus penipuan dana miliar rupiah lun kembali di tahan di Lapas Kelas II B Banjarbaru.

Kalapas Kelas II B Banjarbaru, Amico Balalembang melalui Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Septyawan Kuspriyo menjelaskan Lihan kembali harus menjalani kehidupan di sel dengan vonis hampir tiga tahun.

Baca juga: Kembali Jadi Penghuni Lapas, Ini Kasus Tindak Pidana yang Menjerat Lihan

Baca juga: Mengeluh Sesak Nafas di Lapas Banjarbaru, Saat Dilarikan ke RSD Idaman Lihan Pingsan Dalam Mobil

"Tepatnya pidananya 2 tahun 10 bulan," kata Septya Senin sore.

Namun baru setahun lebih atau tinggal menjalani sisa 1 tahun 1 bulan Lihan meninggal dunia di Lapas Kelas II B Banjarbaru Senin pagi.

Saat itu Lihan yang terjerat kasus penipuan mengeluhkan sesak nafas saat berada di dalam sel.

"Kemudian petugas dibantu tahanan lain ikut memeriksa kondisi Lihan," kata Septya Senin sore.

Karena di dalam Lapas kelas 2B Banjarbaru keterbatasan oksigen pilihan pun dengan segera dibawa ke rumah sakit idaman untuk mendapatkan perawatan yang layak.

Namun ketika menuju rumah sakit Idaman yang berjarak sekitar 3 kilometer dari RSD Idaman Lihan pingsan di dalam mobil ambulan.

"Kami tidak Tahu saat di dalam mobil itu apakah pingsan atau meninggal yang pasti Lihan sempat diperiksa di rumah sakit dan ternyata dinyatakan sudah meninggal," kata Septya.

Septya menambahkan berdasarkan informasi pihak keluarga Lihan memang ada mengalami sakit jantung dan asma.

"Namun untuk lebih jelasnya kita tanyakan ke yang berwenang saja," kata dia.

Baca juga:  Tunggu Keluarga Inti,  RSD Idaman Simpan Jasad Lihan di Kulkas Pendingin

Baca juga: BREAKING NEWS : Lihan Meninggal di Lapas Banjarbaru, Alami Pembengkakan Jantung dan Asma 

Sementara Kepala seksi pelayanan medik RSD Idaman Banjarbaru Dr Siti Ningsih menambahkan karena datang sudah meninggal jadi tidak di tanya detail.

"Mungkin baiknya ditanyakan ke pihak Lapas Banjarbaru saja ada keluhan apa saja sebelumnya," ujar dia. (Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)
 

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved