Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kakek 61 Tahun Asal Jakarta Meninggal di Hotel Banjarmasin, Kadinkes Pastikan Pasien Covid-19

Kadinkes Banjarmasin Machli Riyadi memastikan kakek 61 tahun yang meninggal di sebuah hotel di Banjarmasin adalah pasien terkonfirmasi covid-19

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Polsek Banjarmasin Tengah untuk BPost
Kakek berusia 61 tahun bernama Imam Hendrianto yang ditemukan meninggal di sebuah kamar hotel di Banjarmasin saat dievakuasi. Kakek yang berasal dari Jakarta ini ternyata adalah pasien Covid-19 Jumat (16/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa hari yang lalu tepatnya Jumat (16/4/2021), seorang pria berusia 61 tahun dan diketahui bernama Imam Hendrianto ditemukan tak bernyawa di kamar salah satu hotel di Banjarmasin.

Dan yang menghebohkan, ternyata pria beralamat di Villa Tomang Indah A7 Rt 04 Kelurahan Duri Kepa Kecamatan Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat ini diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Sempat beredar kabar bahwa almarhum merupakan pasien Covid-19 yang kabur dari rumah sakit tempatnya dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin Machli Riyadi pun membenarkan bahwa almarhum terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Positif Terpapar Covid-19, Sehari Tujuh Orang Warga Kalteng Meninggal

Baca juga: Ditemukan Meninggal di Hotel Banjarmasin, Kakek 61 Tahun Asal Jakarta Dievakuasi dengan APD

"Kita sudah mencocokkan data pasien Covid-19 kita, dan ternyata benar merupakan pasien Covid-19. Dari hasil investigasi di lapangan, memang pernah dirawat di salah satu rumah sakit," ujar Machli, Senin (19/4/2021).

Machli pun menegaskan bahwa almarhum bukanlah kabur dari rumah sakit tempatnya dirawat, melainkan memang meminta izin pulang.

Namun hal ini pula yang begitu disesalkan oleh Machli Riyadi, karena disinyalir saat meminta izin pulang kondisinya masih belum memungkinkan.

"Kabarnya pulang atas permintaan sendiri. Seharusnya rumah sakit itu boleh bahkan harus menolak permintaan pasien tersebut kalau memang belum ada indikasi untuk bisa dilakukan rawat jalan atau pulang ke rumah untuk melakukan isolasi mandiri," katanya.

Machli pun menambahkan bahwa dalam keadaan khusus misalnya pandemi Covid-19, tenaga kesehatan boleh memaksa melakukan perawatan alias juga menolak permintaan pasien Covid-19 untuk pulang jika memang kondisinya masih belum memungkinkan.

"Kalau pasien yang seharusnya dilakukan menolak dilakukan perawatan sebenarnya bisa dijemput secara paksa. Dan karena ini dalam suasana pandemi Covid-19, tidak melanggar hukum. Dan yang menentukan pasien boleh pulang atau belum adalah dokter," katanya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Total Kasus Kematian Mencapai 900 Orang

Ditambahkan juga oleh Machli, rumah sakit pun hendaknya tidak dengan mudahnya menuruti permintaan pasien Covid-19 untuk pulang.

"Karena ini menjadi salah satu strategi penanganan Covid-19, dan juga agar tidak terjadi ledakan Covid-19. Karena apabila pasien pulang dan kondisinya belum benar-benar aman maka berpotensi terjadi penularan," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved