Breaking News:

Berita Kalteng

Kapolda Irjen Pol Dedi Prasetyo Berharap GeNose Bisa Percepat Penanganan Covid-19 di Katleng

Peluncuran penggunaan GeNose di halaman Kantor Ditsamapta Polda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya. Tujuannya, menekan penyebaran Covid-19

POLDA KALTENG
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Dedi Prasetyo, saat launching alat pendeteksi Covid-19, GeNose di Mako Samapta Polda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya, Senin (19/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID,  PALANGKARAYA - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah melaunching alat pendeteksi virus, GeNose-19, Senin (19/4/2021).

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Ditsamapta Polda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya.

Turut  hadir, para pejabat Pemprov Kalteng, Pemko Palangkaraya dan juga pejabat polda.

Alat pendeteksi Covid-19 karya Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, hanya perlu waktu sekitar 2 sampai 3 menit untuk mengetahui seseorang bergejala atau tidak. Keakuratan mencapai 90 persen.

Baca juga: Positif Terpapar Covid-19, Sehari Tujuh Orang Warga Kalteng Meninggal

Baca juga: Tewas di Semak Jalan Lingkar Luar Palangkaraya Kalteng, Pria 21 Tahun Diduga Alami Laka Tunggal

"Caranya hanya melalui embusan napas, lebih mudah dan nyaman," ujar Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Dia mengatakan, alat tersebut telah mendapatkan izin dari Kemenkes yang nantinya menjadi solusi efektif dan mudah untuk digunakan dalam tracing dan tracking untuk mendeteksi Covid-19.

"Ini sebagai upaya mendukung pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul, saat ditanya terkait angka kematian Pasien Covid-19 , Minggu (18/4/2021) yang mencapai 7 orang dalam sehari, mengatakan, ada beberapa kemungkinan sebagai penyebabnya.

Baca juga: Narkoba Kalteng, Polantas Polresta Palangkaraya Temukan Pemotor Bawa Sabu saat Patroli Malam

Baca juga: Penumpang Pesawat Tiba di Kalteng Wajib Tunjukan Suket Negatif PCR Swab, Berlaku Sejak Senin

"Beberapa faktor penyebabnya, orang dengan penyakit lain (Komorbit), mungkin juga akibat fasilitas pelayanan kesehatan tidak memadai, bisa juga saat pasien datang ke pusat pelayanan kesehatan sudah dalam keadaan parah, mungkin juga karena memang turbulensinya," rinci dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved