Breaking News:

LPMP Kalsel

LPMP Kalsel Serius dan Semangat Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

LPMP Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Internalisasi ZI-WBK dan Penandatanganan satu Komitmen menuju ZI-WBK.

LPMP Kalsel
Kepala LPMP Provinsi Kalsel, Yuli Haryanto memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai di lingkungan LPMP Provinsi Kalsel, Senin 19/04/2021 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keseriusan untuk menuju pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2021, ditindaklanjuti Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Selatan.

Mewujudkan itu, LPMP Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Internalisasi ZI-WBK dan Penandatanganan satu Komitmen menuju ZI-WBK.

Acara yang digelar di Aula Pangeran Antasari LPMP Provinsi Kalimantan Selatan dikuti Pimpinan dan seluruh PNS dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) pada Senin, (19/04/2021).

Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Selatan Yuli Haryanto, SE, MSi, dalam arahannya menyampaikan bahwa upaya percepatan pembangunan ZI menjadi perhatian serius.

Pegawai di Lingkungan LPMP Provinsi Kalsel menerima arahan dari Kepala LPMP Provinsi Kalsel
Pegawai di Lingkungan LPMP Provinsi Kalsel menerima arahan dari Kepala LPMP Provinsi
Kalsel (LPMP Kalsel)

“Untuk itu, kami mempersiapkan diri mulai dari komitmen bersama untuk  membangun ZI menuju WBK Tahun 2021,“ lanjutnya.

Dipaparkan Mas Yuli (sapaan akrab Yuli Haryanto), mengingat luasan cakupan area penilaian dan sesuai arahan Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemdikbud, mulai sekarang sudah mempersiapkan diri sebelum penilaian dilakukan.

Mas Yuli juga mengatakan, melalui internalisasi dan penandatanganan komitmen berharap semua warga besar LPMP Provinsi Kalimantan Selatan untuk serius dan lebih semangat lagi mengikuti paparan materi tentang ZI WBK.

“Sehingga dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan ZI WBK di lembaga yang kami cintai ini,” ujarnya.

Mas Yuli menambahkan penilaian dan syarat minimal penetapan WBK/WBBM, ada 6 (enam) indikator pengungkit yang harus dilaksanakan.

Indikatornya adalah Manajeman Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Managemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Dari 6 indikator tersebut secara detil diuraikan oleh masing-masing koordinator.

Semua koordinator pengungkit dalam paparannya menyampaikan hal apa saja yang sudah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, dan apa yang akan dilakukan.

Dengan harapan penilaian setiap indikator pengungkit meningkat. Tim setiap pengungkit yang nantinya akan mempersiapkan segala hal termasuk dokumen rencana kerja, target-target prioritas, dan monitoring evaluasi yang semuanya terkait dengan jawaban di lembar evaluasi.

Sebelum acara berakhir dilakukan pembacaan dan penandatanganan komitmen mewujudkan LPMP Provinsi Kalimantan Selatan mendapat predikat ZI menuju WBK Tahun 2021.  (aol/*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved