Breaking News:

Berita Kalteng

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wali Kota Palangkaraya Mempertimbangkan Belajar Tatap Muka Terbatas

Wali Kota Palangkaraya masih mempertimbangkan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka. Alasannya, karena kasus Covid-19 masih tinggi

banjarmasinpost.co.id/faturahman
Ilustrasi-Sejumlah siswa dan siswi di sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, sejak beberapa minggu ini melakukan kegiatan belajar tatap muka di sekolah namun dengan Protokol Kesehatan Ketat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Proses belajar mengajar siswa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga, Selasa (20/4/2021) masih berlangsung secara daring atau belajar di rumah

Kebijakan ini, dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang terjadi di Kota Palangkaraya yang masih tinggi.

Bahkan, Kota Palangkaraya, sempat menjadi kota daerah di Indonesia tertinggi ke lima dalam penyebaran virus corona.

Karena itu, Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, belum berani mengeluarkan kebijakan siswa belajar tatap muka di sekolah dengan pertimbangan tersebut.

Baca juga: Calon Siswa SPN Tjilik Riwut Polda Kalteng Segera Kembali Belajar Tatap Muka

Baca juga: Covid-19 Masih Tinggi, PPKM Mikro di Banjarmasin Diperpanjang dan Diperketat

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Pasien Covid-19 Balita di Tala Bertambah, Kluster Keluarga Tetap Mendominasi

Termasuk, saat adanya,  kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, namun secara terbatas, direncanakan dimulai pada Juli 2021 atau pada tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang.

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Palangkaraya akan mempertimbangkan terlebih dahulu rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas tersebut, karena saat ini masih di tengah pandemi Covid-19.

"Ini masih jadi pertimbangan kami," ujarnya.

Baca juga: Belajar Tatap Muka Kalsel, Disdik Kabupaten HSU Lakukan Pemantauan ke Sekolah Secara Berkala

Menurutnya, dalam menjalankan, kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka Juli 2021 atau pada tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang, tentu perlu pertimbangan matang.

“Harus dipertimbangkan lebih dahulu sebelum Kota Palangkaraya ini memang diputuskan akan dilaksanakan belajar tatap muka tersebut.Terutama melalui pembahasan dengan dinas terkait lainnya, karena kasus penyebaran Covid-19 masih tinggi,”ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved