Breaking News:

Berita Kalteng

Sekda Kalteng Minta Daerah Aktif Pantau Stok dan Harga Bahan Pangan Saat Ramadan

Pemkab dan Pemko diminta Sekda Kalteng agar aktif memantau pasokan bahan makanan supaya tidak ada gejolak saat Ramadan dan juga Hari Raya Idul Fitri.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
ILUSTRASI - Pasar Tradisional di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta pemkab dan pemko supaya aktif memantau stok persediaan bahan makanan saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Hal itu disampaikan Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri saat memimpin petemuan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

"Daerah agar aktif memantau pasokan bahan makanan. Ini perlu agar tidak ada gejolak nanti," ujarnya.

Fahrizal yang lama aktif di TPID ini menekankan perlunya setiap daerah memperhatikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Juga, harga -harga sembako di pasar tradisional.

Baca juga: Polda Kalteng Bentuk Tim TASC Tangkal Kejahatan Jalanan Meresahkan Masyarakat

Baca juga: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wali Kota Palangkaraya Mempertimbangkan Belajar Tatap Muka Terbatas

Baca juga: Wisata Kalteng, Pengawasan Protokol Kesehatan Wisata Air Hitam Kereng Bengkirai Palangkaraya Ketat

Selain itu, dia mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengkonsumsi makanan dan tidak berlebihan dalam menyikapi informasi terkait harga atau pasokan bahan makanan yang beredar.

Berbelanja dengan bijak sesuai keperluan, bandingkan harga demi memperoleh harga terbaik, belanja barang atau makan pengganti jika harga barang yang dibeli mahal dan jangan menimbun barang atau bahan makanan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Rihando, mengatakan, pihaknya bersama TPID Provinsi Kalteng telah menyelenggarakan pertemuan yang dipimpin Sekda.

Bersama pemerintah daerah, menurutnya, BI Kalteng secara aktif dan konsisten melakukan pemantauan harga pasar, memanfaatkan pasar penyeimbang, kandang penyangga, kolam penyangga dan supply chain daging ayam ras beku untuk menjaga stabilitas harga.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved