Breaking News:

Berita Balangan

Terkendala Anggaran, Tahun Ini Dinsos Balangan Hanya Bisa Bantu Rehab RTHL Delapan Unit

Alami keterbatasan anggaran, Dinas Sosial Kabupaten Balangan kini hanya bisa anggarkan delapan unit untuk bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTHL)

banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Balangan, Ribowo 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Alami keterbatasan anggaran, Dinas Sosial Kabupaten Balangan kini hanya bisa anggarkan delapan unit untuk bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTHL) yang ada di Kabupaten Balangan.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Balangan, Ribowo, dari delapan unit rumah yang bisa dianggarkan, semuanya menyebar pada tiap kecamatan.

Setiap kecamatan ucap Ribowo mendapatkan satu unit program rehab RTHL . Tentunya data yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan tersebut bersumber dari pihak kecamatan.

"Setiap kecamatan akan mendapatkan satu unit bantuan. Namun mereka bisa mengusulkan beberapa rumah untuk direhab yang kemudian kami verifikasi," jelas Ribowo, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Dinsos Balangan Berdayakan Remaja Putus Sekolah,  Dibina Melalui Panti Sosial Bina Remaja

Baca juga: Tak Lagi Tercatat Sebagai Penerima BST, Beberapa Warga Protes ke Dinsos Kotabaru

Baca juga: Samakan Persepsi Pelaksanaan Program Kegiatan, Dinsos Kalsel Gelar Rapat Koordinasi

Ribowo juga menyampaikan, pada pelaksanaan program rehab RTHL tersebut sudah masuk pada tahap verifikasi di lapangan. Kemudian, bantuan rehab RTHL juga diselenggarakan oleh Dinsos Provinsi Kalsel, dimana Kabupaten Balangan mendapatkan jatah sebanyak enam unit rumah.

Secara keseluruhan, total rehab RTHL di Kabupaten Balangan mencapai 14 unit. Sementara untuk pelaksanaannya dilakukan secara terpisah.

Ada beberapa syarat rumah yang akan mendapatkan bantuan tersebut. Di antaranya memiliki status tanah yang jelas. Dalam artian milik pribadi. Kemudian kerusakan rumah melebihi 70 persen dan penerima manfaat merupakan warga yang tidak mampu atau warga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Setiap rumah yang mendapatkan bantuan dianggarkan Rp 21 juta. Terdiri dari Rp 3 juta untuk kebutuhan pembayaran tukang dan Rp 18 juta untuk membeli perlengkapan bangunan.

Semua kegiatan rehab RTHL ucap Ribowo diserahkan kepada pihak desa. Sehingga pelaksanaanya bisa dilakukan secara gotong royong. Selain itu diharapkan akan menimbulkan empati warga untuk saling membantu sesama. Bahkan tak jarang warga pun secara swadaya mengumpulkan dana apabila ada bahan yang kurang.

Merujuk data yang disampaikan oleh Ribowo, dibanding tahun sebelumnya, pada anggaran tahun 2020, Dinsos Kabupaten Balangan mengerjakan rehab RTHL sebanyak 20 unit rumah.

Kemudian pada tahun 2019, sebanyak 40 unit rumah. Lantas pengurangan jumlah unit bantuan yang dialami dikarenakan adanya refocusing anggaran di masa pandemi Covid- 19.
(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved