Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

VIDEO Kisah Petani Rempah-rempah dari Desa Pengaron Kabupaten Banjar

Pemasaran petani rempah Desa Pengaron Kabupaten Banjar, yaitu kunyit, temulawak, kencur, lengkuas, jahe merah ke kawasan Hulu Sungai hingga Batulicin.

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Nurdi adalah petani rempah-rempah di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Usahanya dilakukan sejak kecil, rajin ikut ke ladang bersama orangtua. Dan terus berlangsung, menggelutinya   hingga berkeluarga dengan satu anak, saat ini.

Perekonomian Nurdi meningkat sejak 2001, menjadi pengepul rempah-rempah di wilayah setempat.

Rempah-rempah yang dikumpulkan Nurdi adalah jenis kunyit, temulawak, kencur, lengkuas, juga jahe merah.

Baca juga: Bupati dan Wabup Hadiri Warung Ramadan Warga Desa Bincau Kabupaten Banjar

Pemasaran produk tanaman hortikulturanya ini hingga ke Batulicin Kabupaten Tanbu ( Tanah Bumbu ) dan kawasan Hulu Sungai.

Usaha bisnis kunyit itu sempat berjaya. Setelah dilanda pandemi Covid-19, harganya anjlok.

Menurut Nurdi, sebelum pandemi Covid-19, semua produk pertanian kunyit dibelinya seharga Rp 5.000  per kilogram. Jual lagi seharga Rp 6.000 per kilogram.

Kini selama pandemi Covid-19, harga kunyit di tingkat petani di belinya Rp 3.000 per kilogram dan dijual kembali Rp 3.500 per kilogram.

Baca juga: Bawaslu Adukan Komisioner KPU Banjar Kalsel  ke DKPP,  Ini Kasusnya

Baca juga: KPU Kabupaten Banjar Kembalikan Dana Hibah Pilkada Sebesar Rp 8 Miliar

Ia pun berharap anjloknya harga rempah itu hendaknya ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Banjar.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved