Breaking News:

KalselPedia

KalselPedia - Minim, Honor Pengelola Perpustakaan Laskar Pelang Mahela Kabupaten HST

Dua petugas Perpustakaan Laskar Pelang di Desa Mahela, Kabupaten HST, Kalsel, honor masing-masing Rp 125 ribu, dipotong pajak, dibayar per dua bulan.

BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Suasana Perpustakaan Laskar Pelangi di Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Perpustakaan Laskar Pelangi Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menanti perangkat komputer dari pemerintah.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Desa Mahela, AKhad Fauzan, terkait rencana pengelola untuk menyelenggarakan kursus bagi warga desa setempat agar bisa mengoperasikan komputer.

Dia akui, meski sudah mengukir prestasi sebagai perpustakaan terbaik di tingkat kabupaten, pengelola Perpustakaan Laskar Pelang Mahela Kabupaten HST ini dalam bekerja lebih banyak sebagai relawan.

Menurutnya, mereka diberi honor masih sangat minim. Dari dua orang pengelola, yaitu kepala perpustakaan dan sekretaris, hanya menerima Rp 125 per bulan. Itu pun masih dipotong pajak dan dibayar per 2 bulan.

Baca juga: KalselPedia - Perpustakaan Laskar Pelangi Wakili Kabupaten HST di Tingkat Provinsi

Baca juga: KalselPedia - Kegiatan di Perpustakaan Laskar Pelang Mahela Kabupaten HST

Masih kata Fauzan, honor tersebut berdasarkan peraturan Bupati, melalui Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD HST.

Sebenarnya, ADD itu pun hanya boleh untuk menggaji satu orang. Namun, karena keperluan perpustakaan,  minimal dua orang sehingga Rp 250.000 akhirnya dibagi dua.

Sedangkan untuk dana desa, tak bisa dianggarkan karena tidak ada regulasi yang membolehkan.

“Kami berharap, boleh dianggarkan dari dana desa. Karena bagaimana pun, tenaga pengelola perlu hidup sejahtera dengan honor yang layak. Kami khawatir, jika mereka diterima bekerja di tempat lain, tak ada lagi yang mau mengelola perpustakaan ini,” ungkap Sekdes.

Baca juga: KalselPedia - 1.185 Judul Buku di Perpustakaan Laskar Pelangi Desa Mahela Kabupaten HST

Kepala Perpustakaan Laskar Pelangi Mahela Kabupaten HST, Norhanifah, mengakui, sementara ini waktunya dia relakan untuk mengabdi di perpustakaan di desanya sambil mengajar anaka-anak.

Meski demikian, prempuan 22 tahun ini mengatakan masih bakal mencari pekerjaan untuk memenuhi keperluan hidupnya.

“Untuk melaksanakan program sendiri saat ini, yaitu mengajar seni origami, saya menggunakan uang hadiah lomba untuk membeli peralatan praktik,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved