Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Ketua Hiswana Migas Kalsel: Distribusi Elpiji Masih Terkendala Infrastruktur Jalan

Ketua Hiswana Migas Kalsel mengatakan distribusi elpiji belum normal karena terkendala jalan seperti jalan Gubernur Syarkawi dan Sungai Gampa

BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
H Saibani, Ketua Hiswana Migas Kalimantan Selatan. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hiswana Migas Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah salah satu organisasi yang ada di Kalsel dan bergerak di bidang minyak dan gas.

Setidaknya saat ini ada sekitar 128 unit SPBU yang menjadi anggota Hiswana Migas Kalsel, yang tentunya berperan terhadap penyaluran minyak dan gas untuk masyarakat Kalsel bahkan hingga Kalteng.

Bahkan Hiswana Migas yang juga memiliki rekan utama yakni Pertamina ini, tercatat sebagai salah satu penyumbang pajak terbesar kedua di Kalsel melalui Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yakni Rp 50-60 Miliar perbulan.

Memasuki ramadan, Hiswana Migas Kalsel dan juga Pertamina menambah pasokan elpiji seiring meningkatkan kebutuhan masyarakat.

Berikut wawancara eksklusif bersama Ketua Hiswana Migas Kalsel H Saibani

Seberapa besar tambahan pasokan elpiji dan bagaimana stok elpiji di Kalsel untuk saat ini?

Untuk menghadapi ramadan tahun ini, Hiswana Migas Kalsel dan Pertamina berusaha melakukan penambahan fakultatif sebesar 7,3 persen dari biasanya. Dan kebutuhan distribusi elpiji di Kalsel itu rata-rata 390 hingga 400 metrik ton per harinya. Jadi bisa dikatakan untuk stok elpiji kita sangat mencukupi bahkan berlimpah.

Lalu bagaimana pendistribusian elpiji tersebut? Apakah ada kendala?

Bisa kami sampaikan bahwa untuk stok sebenarnya memang berlimpah, tapi jujur saja kita masih kesulitan dalam melakukan pendistribusian karena masih rusaknya infrastruktur berupa jalan yang menjadi jalur utama pendistribusian ke berbagai wilayah di Kalsel bahkan Kalteng, misalnya Jalan Gubernur Syarkawi dan juga jalan di Sungai Gampa Asahi. Jika biasanya di waktu normal kita bisa mendistribusikan hingga 400 metrik ton per hari, karena ada hambatan jalan maka paling maksimal hanya 50 persennya. Apalagi jika ada mobil amblas dan bahkan terbalik di jalan yang menjadi jalur pendistribusian ini.

Halaman
12
Penulis: Frans Rumbon
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved