Breaking News:

Berita Nasional

Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp 1,5 Miliar, Oknum Penyidik KPK Diperiksa, Masyarakat Diminta Kawal

Seorang penyidik KPK diketahui memeras Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial. Ulah oknum nakal KPK itu pun kini diproses hukum

Editor: Anjar Wulandari
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua KPK, Firli Bahuri memberikan keterangan saat konferensi pers penahanan tersangka dugaan proyek-proyek subkontraktor fiktif Waskita Karya, di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2020). Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp 1,5 Miliar, Oknum Penyidik KPK Diperiksa, Masyarakat Diminta Kawal 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tubuh lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) ternyata juga tidak lepas dari keberadaan oknum nakal.

Dua kali lembaga yang kini diketuai Firli Bahuri itu tercoreng namanya akibat ulah oknum nakal KPK.

Setelah aksi pencurian barang bukti emas oleh pegawai KPK, kini terungkap upaya pemerasan oknum penyidik KPK terhadap Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial.

Terkait pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai itu, KPK saat ini telah mengumpulkan bukti dan keterangan sejumlah pihak.

Baca juga: Oknum Penyidik KPK Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Propam Polri Sudah Mengamankan

Baca juga: KPK Soroti Pengadaan Barang Jasa, Pemprov Kalsel Diminta Tambah Pejabat Fungsional

Sikap tegas juga akan dilakukan KPK terhadap petugasnya yang nakal dan mengambil kesempatan saat menjalankan tugas.

Diketahui, pemerasan oleh oknum penyidik KPK itu diduga terkait dengan kasus dugaan suap terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, tahun 2019.

Penyidik KPK itu diduga meminta uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada Syahrial dengan janji akan menghentikan kasusnya.

"Setelah diamankan kemarin, tim penyelidik KPK saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut di Gedung Merah Putih," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Ali memastikan, penanganan perkara dugaan penerimaan uang ini akan diusut sendiri oleh KPK secara transparan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved