Breaking News:

Berita Banjarmasin

Polda Kalsel Ingatkan Wajib Isolasi Bagi Warga Mudik Dalam Pengecualian Selama Lima Hari

Selain peniadaan mudik yang berlaku mulai Tanggal 6 hingga 17 Mei Tahun 2021, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 juga memperketat syarat pe

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Subchan 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain peniadaan mudik yang berlaku mulai Tanggal 6 hingga 17 Mei Tahun 2021, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 juga memperketat syarat perjalanan sebelum dan sesudah masa peniadaan mudik lebaran 1442 Hijriah.

Pengetatan syarat perjalanan pada masa pra peniadaan mudik berlaku mulai Tanggal 22 April hingga 5 Mei dan pada masa pasca peniadaan mudik Tanggal 18 hingga 24 Mei.

Kebijakan yang dituangkan dalam Adendum Surat Edaran Kasatgas Penanganan Covid-19 Tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Covid-19 selama Ramadan juga berlaku di Kalsel.

Dimana setiap orang yang ke luar atau menuju Kalsel di masa pra dan pasca peniadaan mudik disyaratkan memiliki dokumen kesehatan yang telah ditentukan.

Baca juga: Revisi Aturan Larangan Mudik 2021 Terbaru, Larangan Mudik Lebaran Mulai 22 April  sampai 24 Mei 2021

Baca juga: Perpanjangan Masa Pengetatan Mudik, Dinkes Kalsel Siapkan 65 Ribu Rapid Tes

Baca juga: Video Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Syamsuddin Noor Banjarmasin Tetap Beroperasi

Baca juga: Larangan Mudik 6-17 Mei 2021, Bandara Syamsuddin Noor Tetap Buka

Yaitu hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum perjalanan dan juga hasil negatif genose C19 sebelum keberangkatan.

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) seperti disampaikan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto sebelumnya siap mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan masif Covid-19 di Bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah tersebut.

Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dan Korem 101/Antasari pun sudah dilakukan dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Rupatama Mako Polda Kalsel, Rabu (22/4/2021).

Secara teknis, menurut Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Nur Subchan, upaya untuk menegakkan keputusan peniadaan mudik Lebaran 1442 Hijriah juga akan diintegrasikan dengan Ops Ketupat yang akan dimulai Tanggal 7 Mei.

Pemeriksaan terhadap warga yang akan melintas kata Karo Ops akan dilaksanakan di pos-pos penyekatan baik yang berada di perbatasan antar Provinsi Kalsel dengan provinsi tetangga maupun pos penyekatan di dalam Provinsi Kalsel.

"Cara bertindak di penyekatan itu hentikan kendaraan, periksa surat, KTP dan surat izin keluar-masuk," kata Kombes Pol Nur Subchan dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Kamis (22/4/2021).

Selama masa peniadaan mudik, tidak ada aktivitas mudik yang diperbolehkan kecuali termasuk dalam pengecualian seperti perjalanan dinas kerja, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka serta kepentingan ibu hamil atau melahirkan.

Itu pun harus dilengkapi dengan syarat dokumen kesehatan.

Kombes Pol Nur Subchan juga mengingatkan, seusai keputusan pemerintah, bagi masyarakat yang terpaksa melakukan perjalanan yang termasuk dalam pengecualian wajib melakukan isolasi di lokasi yang ditentukan selama lima hari.

Selama karantina dalam kondisi dan ketentuan tersebut, pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk menanggung kebutuhan makan dan minum pelaku perjalanan yang bersangkutan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved