Breaking News:

Penyidik KPK Tersangka

Pakai Rompi Oranye Usai Jadi Tersangka, Oknum Penyidik KPK Pilih Bungkam

Penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP)yang terjerat kasus pemerasan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial resmi tersangka. Pilih bungkam

Tribunnews.com/Ilham
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri Stepanus Robin Pattuju resmi mengenakan rompi oranye bersama pengacara bernama Maskur Husain. 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Jika biasanya garang dan berwibawa saat menjalankan tugas sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), kini penampilan AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) tampak lesu.

Penyidik KPK yang terjerat kasus pemerasan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial itu resmi menyandang status tersangka. Kini dia pun mengenakan rompi oranye bersama pengacara bernama Maskur Husain yang juga menjadi tersangka.

Mereka ditahan usai dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial tahun 2020-2021.

Baca juga: Ketua KPK: Oknum Penyidik KPK Kenal Wali Kota Tanjungbalai di Rumah Waket DPR Aziz Syamsudin

Baca juga: AKP Steppanus Robin Pattuju Jadi Tersangka, Penyidik KPK Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp 1,5 Miliar

Setelah merampungkan konferensi pers penetapan tersangka, Stepanus dan Maskur digiring petugas KPK menuju mobil tahanan pada pukul 23.24 WIB.

Stepanus yang berada di depan, berjalan dengan cepat. Ia enggan berkomentar terkait perkara yang menjeratnya. Stepanus juga terlihat menunduk.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri Stepanus Robin Pattuju resmi mengenakan rompi oranye bersama pengacara bernama Maskur Husain.
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) asal Polri Stepanus Robin Pattuju resmi mengenakan rompi oranye bersama pengacara bernama Maskur Husain. (Tribunnews.com/Ilham)

Sementara Maskur yang mengekor Stepanus juga tidak membuka suara. Keduanya langsung menaiki mobil tahanan.

Untuk kepentingan penyidikan, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, tim penyidik melakukan penahanan terhadap Stepanus dan Maskur masing-masing untuk 20 hari kedepan terhitung dimulai 22 April 2021 sampai dengan 11 Mei 2021.

"SRP ditahan pada Rutan KPK Gedung Merah Putih. MH ditahan pada Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur," kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021) malam.

Sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan rutan KPK, para tersangka akan lebih dahulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari pada Rutan KPK Kavling C1.

Halaman
1234
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved