Breaking News:

Berita Banjarbaru

Petakan Daerah Rawan Karhutla, Dishut Kalsel Yakin Jumlah Kebakaran Bisa Ditekan

Dishut Kalsel telah memetakan daerah rawan Karhutla di Kalsel secara koordinat. Dengan pemetaan ini, Dishut optimis bisa menekan kebakaran

BPBD KOTA BANJARBARU UNTUK BPOST GROUP
Petugas padamkan lagi, kebakaran lahan (karhutla) di kawasan Munggu Alung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (12/3/2021). Kebakaran sebelumya, di kawasan ini, terjadi Kamis (4/3/2021) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan telah memetakan daerah rawan Karhutla di Kalsel secara koordinat. 

"Melihat kejadian beberapa tahun lalu jadi kita buat peta sebaran daerah rawan Karhutla di tiap kabupaten kota di Kalsel," ujar Plt Kadishut Kalsel Fatimatuzzahra Jumat (23/4/2021).

Daerah yang paling banyak terjadi Karhutla di Kalsel berdasarkan data Dinas Kehutanan yakni HSS di daerah rawanya.

Selain itu, di Lianganggang Banjarbaru, Gambut Kabupaten Banjar, dan lahan pertanian kering warga pasca panen.

Baca juga: Walhi Kalsel: Soal Karhutla, Pemerintah Lalai

Baca juga: Upaya Cegah Karhutla, Kapolres Banjarbaru Siap Tindak Pembakar Lahan

Baca juga: Karhutla Kalsel, Wakil Bupati Tapin Berharap Solusi Tepat Penanganan Kebakaran Lahan

 Fatimatuzzahra mengatakan, pihaknya sudah menginventarisasi patroli Karhutla dengan bekerjasama dengan 118 Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ada di semua KPH.

Selain itu juga ada mitra Polisi Kehutanan yang juga ada di setiap KPH.

"Sarpras Karhutla juga sudah kami cek kesiapannya karena percuma saja jika kita ada alatnya tapi tidak bis dipergunakan," ujarnya.

Tahun ini pihaknya ujar Aya, panggilan akrabnya mengatakan akan tetap menerapkan pola yang sama dalam pengendalian Karhutla di Kalsel di 2021 ini dengan 2020.

Upaya mewajibkan pemegang konsesi untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), satgas Karhutla yang melakukan patroli setiap hari serta pemberian insentif bagi petugas sangat efektif dalam pengendalian karhutla.

Aya menambahkan, hutan yang dikelola oleh pemegang izin cukup mudah untuk dikendalikan saat musim kemarau.

Berbeda dengan hutan terlantar, yang tidak dikelola oleh pemegang izin yang menjadi penyumbang kebakaran hutan terbesar di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Korem 101 Antasari Siapkan 1.100 Personel untuk Penanganan Karhutla di Wilayah Kalsel

Contohnya di tahun 2020, banyak kejadian  terbakar di Tahura Sultan Adam menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan diterapkannya pemegang konsesi atau pengelola rehab DAS wajib membentuk MPA dan patroli setiap hari.

"Pola itu sangat efektif dalam pengendalian Karhutla dan itu akan kita terapkan juga di 2021," sebutnya. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved