Breaking News:

Berita HST

Cuaca Panas dan Berpuasa, Relawan BPK Kabupaten HST Tetap Semangat Padamkan Api

Tercatat 53 unit Barisan Pemadam Kebakaran di Kabupaten HST yang tergabung dalam Balakar 654 Murakata. Bantu warga yang terkena musibah dan bencana.

BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Agus Saputra, relawan pemadam kebakaran dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Tanjung Pura, Kecamatan Batubenawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, alimantan Selatan, Sabtu (25/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, cukup beruntung.

Bumi Murakata, nama lain untuk kabupaten ini, banyak sekali memiliki relawan yang membantu penanganan  musibah atau kebencanaan.

Setiap ada musibah atau bencana, kebakaran, banjir, tanah longsor, mereka selalu terdepan dalam mengatasi .

Tercatat, kini ada 53 unit Barisan Pemadam Kebakaran di Kabupaten HST yang tergabung dalam Balakar 654 Murakata.

Baca juga: Kebakaran di Desa Kapar Kabupaten HST, Enam Keluarga Mengungsi

Salah satu anggota BPK yang ditemui Banjarmasinpost.co.id, setelah menyelesaikan tugas memadamkan kebakaran di Desa Kapar, Kecamatan Batangalai Selatan, adalah Agus Saputra.

Bersama rekan-rekan dari BPK Tanjung Pura Pagat Kecamatan Batu Benawa Kabupaten HST, Agus mengaku, merasa lega karena bersama-sama berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit.

“Meski sempat menghanguskan empat unit rumah, kami tetap bersyukur karena api tak sampai meluas,” ucapnya.

Bekerja memadamkan api di bawah terik matahari, dalam kondisi lapar karena puasa, menurut Agus, tak mengurangi semangat bersama para relawan untuk membantu warga menaklukkan si jago merah yang sedang mengamuk.

Baca juga: Kebakaran di Desa Kapar HST Hanguskan Empat Rumah, BPK Sempat Kesulitan Air

“Rasa lelah, mengantuk, lapar, terkalahkan oleh naluri ingin membantu pemadaman. Ini tidak cuma saya yang merasakan, tapi teman-teman lainnya juga yang sudah terbiasa bekerja untuk kemanusiaan. Dalam kondisi apapun, harus selalu siap ke tempat kejadian jika diperlukan. Bahkan, pernah saat makan sekalipun, kami hentikan dulu, demi untuk cepat mebantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah atau bencana,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved