Berita HST

Kebakaran di Desa Kapar Kabupaten HST, Enam Keluarga Mengungsi

Empat rumah terbakar akibatkan enam keluarga terdiri 16 jiwa kehilangan tempat tinggal di Desa Kapar, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten HST.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Puing bangunan rumah warga bekas terbakar, di Desa Kapar, Kecamatan Batangalai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, tinggal puing setelah dihanguskan api, Sabtu (24/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kebakaran terjadi di Desa Kapar, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, 

Mengakibatkan, enam keluarga terdiri 16 jiwa kehilangan tempat tinggal. Para korban pun kini tinggal sementara di rumah kerabat masing-masing.

Tak ada harta benda yang sempat diselamatan, karena api dengan cepat menjalar dan menghanguskan empat bangunan rumah berkonstruksi kayu dan beratap rumbia tersebut.

Sekteraris Desa Kapar, Yunus, kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (24/4/2021), menjelaskan, kobaran  api berasal dari rumah Sumiati, sekitar pukul 11.00 Wita.

Baca juga: Kebakaran di Desa Kapar HST Hanguskan Empat Rumah, BPK Sempat Kesulitan Air

Saat itu kondisi rumah ditinggal pergi ke Kota Barabai. Lalu menjalar ke tiga bangunan rumah lainnya, hingga menghanguskan 100 persen tiga lainnya bangunan beserta isinya.

Warga di sekitarnya berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya, namun tak berhasil.

Sekitar setengah jam kemudian api baru bisa dikuasai oleh para relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang tergabung dalam Balakar 654 Murakata.

Menurut Sekdes, para korban kehilangan seluruh isi rumah, tak terkecuali padi hasil panen.

Baca juga: Kebakaran di Desa Lunjuk Kabupaten HST, Tujuh Rumah Hangus Terbakar

Baca juga: Ludeskan 7 Rumah, Kebakaran di HST Bikin Nenek 60 Tahun Terperangkap hingga Alami Luka Bakar

“Hanya padi yang dijemur di halaman rumah yang selamat,” katanya, seraya menambahkan tentang kerugian masih pendataan.

Mengenai penyebab kebakaran, diduga api berasal dari dapur Sumiati, di mana kelarga tersebut masih menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Dijelaskan, dari empat rumah yang terbakar tersebut ditinggali enam keluarga. Para korban langsung mendapatkan bantuan dari DInas Sosial berupa beras dan sembako lainnya.

“Selain sembako, ada pula bantuan berupa selimut dan peralatan memasak. Kalau pakaian belum ada,”kata Sekdes

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved