Breaking News:

Berita Tapin

VIDEO Para Ibu di Bitahan Kabupaten Tapin Mengolah Gadung Jadi Kerupuk

Usaha pembuatan kerupuk gadung untuk menambah penghasilan di masa pandemi dijalani para ibu di di Desa Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin.

"Untuk prosesnya, dibersihkan serabutnya, kemudian kupas kulitnya dan isinya diiris tipis. Tahap selanjutnya untuk menghilangkan gatal dan racunnya harus dicampur dan diaduk dengan abu dan kapur," jelasnya.

Proses melumuri umbi gadung tersebut dengan abu dapur, sambil sedikit diremas-remas hingga lunak, serta  perlu merata dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Laminen, perajin kerupuk gadung yang melibatkan ibu-ibu untuk mendapat tambahan penghasilan di masa pandemi, di Desa Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (24/4/2021).
Laminen, perajin kerupuk gadung yang melibatkan ibu-ibu untuk mendapat tambahan penghasilan di masa pandemi, di Desa Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (24/4/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE)

"Selanjutnya, umbi gadung yang berlumur abu dapur tersebut dijemur hingga benar- benar kering. Kemudian rendam irisan umbi gadung dalam air mengalir selama tiga sampai empat hari. Apabila air perendaman tidak mengalir, maka air perendaman harus diganti setiap dua sampai tiga jam sekali selama tiga sampai empat hari," jelasnya.

Setelah direndam, irisan umbi gadung dicuci dengan air bersih hingga abu dapurnya benar-benar hilang.

"Kemudian, mencuci irisan umbi gadung tersbeut dalam air garam yang juga sekaligus berfungsi untuk pembumbuan, lalu dijemur kembali irisan umbi gadung tersebut sehingga benar-benar kering. Bila sudah benar-benar kering, dapat segera digoreng untuk dijual," jelasnya.

Untuk hasil penjualan, dibagi sama untuk semua ibu-ibu yang ikut bekerja. "Pemasarannya manual saja dan bisa antar jemput. Alhamdulillah, banyak yang minta sehingga ada tambahan untuk keperluan rumah tangga," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved