Breaking News:

Wisata Sungai Jingah

Wisata Kalsel, Makam Pendiri Sungai Jingah Ini Banyak Dikunjungi Penziarah

Wisata Kalsel, Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari atau biasa disebut Tuan Guru Surgi Mufti di kawasan Sungai Jingah Banjarmasin merupakan salah destina

Banjamasinpost.co.id/Syaiful Anwar
Penziarah yang berkunjung ke Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari di kawasan Sungai Jingah Banjarmasin. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN- Wisata Kalsel, Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari atau biasa disebut Tuan Guru Surgi Mufti di kawasan Sungai Jingah Banjarmasin merupakan salah destinasi wisata yang cukup banyak dikunjungi penziarah.

Ada yang berasal dari Kapuas, Kalimantan Tengah dengan menggunakan satu mobil, penziarah asal Astambul naik dua bus maupun orang perorang dari Banjarmasin dan sekitarnya.

"Saya membawa satu rombongan keluarga dari Kapuas yang punya nazar berziarah ke makam guru Surgi Mufti," kata Alwi asal Kapuas yang ditemui sebelum bulan puasa.

Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari atau lebih akrab disebut Surgi Mufti rencananya akan diusulkan dijadikan Cagar Budaya tingkat Kota Banjarmasin. Awal April 2021 lalu, sudah dilakukan verifikaai dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Banjarmasin.

Baca juga: Wisata Kalsel, Pengolahan Sasirangan Wisata Sungai Jingah Banjarmasin, Pembelinya dari Luar Negeri

Baca juga: Wisata Kalsel : Buka Puasa di Amanah Borneo Park, Nikmati Syahdunya Suasana Kampung Senja

Terlepas dari usulan di atas, setiap pengunjung yang berziarah ke Kubah Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari selalu mendengar keistimewaan kisah jika ada air, di situ ada ikan' dari warga maupun keturunan juriat Surgi Mufti.

Pasalnya, di zaman penjajahan Belanda kalimat tersebut mewakili sekaligus keistimewaan Syekh Jamaluddin Al-Banjari atau biasa disebut Tuan Guru Surgi Mufti.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Sungai Jingah sekaligus ketua panitia pembangunan Masjid Terapung Ibnu Arsadi Sungai Jingah, Muhammad Hawari, berawal dari ceramah di hadapan murid-muridnya. Guru Surgi Mufti mengatakan di setiap ada air pasti ada ikannya. Pernyataan itu pun terdengar petinggi Belanda dan memanggilnya untuk melakukan tes kebenaran ucapan tersebut.

" Karena kalau ada air ada ikan, apakah mungkin di dalam air kelapa juga ada ikannya, kata petinggi Belanda. Tuan Guru Surgi Mufti pun mengambil sebuah kelapa dan membelahnya. Alhasil, keluarlah seekor ika Papuyu,”c

Tidak hanya itu, melainkan kekaromahan Tuan Guru Surgi Mufti lainnya yakni saat melakukan perjalanan dari Sungai Jingah menuju Desa Dalam Pagar dengan menaiki perahu bocor.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved