Breaking News:

Wisata Sungai Jingah

Wisata Kalsel, Pengolahan Sasirangan Wisata Sungai Jingah Banjarmasin, Pembelinya dari Luar Negeri

Wisata Kalsel, Sungai Jingah merupakan salah satu Kota Tua di Banjarmasin yang memiliki cukup banyak tempat destinasi sejarah maupun budaya yang menja

Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar
Pengolahan sasirangan di Sungai Jingah Banjarmasin 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO.ID , BANJARMASIN- Wisata Kalsel, Sungai Jingah merupakan salah satu Kota Tua di Banjarmasin yang memiliki cukup banyak tempat destinasi sejarah maupun budaya yang menjadi salah satu obyek wisata dikunjungi pengunjung tak hanya dari Banua juga berasal dari luar Kalimantan Selatan.

Beberapa destinasi yang ada di Sungai Jingah diantaranya menjadi salah satu pusat Sasirangan di Kota Banjarmasin, wadai khas setempat, peninggalan rumah khas Banjar hingga Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari atau Surgi Mufti.

Menurut Ketua Kelompok Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Sungai Jingah Banjarmasin yang dikukuhkan Oktober 2017, Muhammad Rafi mengatakan dirinya sejak awal ingin 'menghidupkan' kampung halamannya Sungai Jingah menjadi Pasar Sasirangan.

Dia pun bercerita, 30 tahun yang lalu, di Sungai Jingah cuma ada tiga pengrajin saja yaitu Zahra Sasirangan, Azira Sasirangan dan Alya Sasirangan.

Baca juga: Wisata Kalsel : Buka Puasa di Amanah Borneo Park, Nikmati Syahdunya Suasana Kampung Senja

Baca juga: Wisata Kalsel, Embung Favorit di Landasan Ulin Jadi Tempat Bersantai dan Tujuan Memancing

Baca juga: Wisata Kalsel, Air Terjun Berada di Kawasan Hutan Lindung Kawasan Bajuin Kabupaten Tala

Beranjak dewasa di amanahkan menjadi Ketua Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata di kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin Utara di bawah binaan Disbudpar Kota Banjarmasin terpanggil dan tergerak dalam pikiran dan hatinya untuk mengangkat serta melestarikan budaya Banjar maupun potensi wisata yang layak dijual, khususnya kain Sasirangan.

"Saya melihat banyak sekali orang luar bolak balik ke kampung Sasirangan Sungai Jingah untuk membeli kain Sasirangan, bahkan dari luar Banjarmasin untuk dijual kembali," ucapnya.

Sedihnya, lanjut Rafi, hasil karya dari pengrajin warga di kampung Sasirangan Sungai Jingah dijual di daerahnya dengan memakai nama dia sendiri seolah-seolah sebagai pengrajinnya.

Rafi pun sempat menggelar pasar Banjar yang dinamakan Sungai Jingah Basasirangan yang perdananya di mulai 26 Januari 2019, namun tak bertahan lama.

Namun, kata Ketua RT setempat ini, toko-toko Sasirangan tetap buka setiap hari. Pembelinya tak hanya warga lokal, juga wisatawan manca negara seperti Filiphina, Malaysia dan lain-lain.

"Sekarang ini jumlah pengrajin Sasirangan di Sungai Jingah bertambah menjadi 25 buah," paparnya.

Selain itu, lanjut Rafi, artis ibukota seperti Giring Nidji, Kapolda Kalsel, Wali Kota Banjarmasin maupun pejabat lainnya membeli Sasirangan ke sini.

Ditambahkannya, di bulan April 2021 ini ada pemesan Sasirangan dari Batulicin, Pagatan, Banyuwangi, Jakarta dan lain-lain. "Mereka biasanya memesan secara off line maupun online," ungkapnya.

Diharapkan, lanjut Rafi, dengan adanya pengrajin Sasirangan dan wisatawan bisa melihat langsung cara pengolahannya, membuat banyak pengunjung tertarik datang ke Sungai Jingah. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved