Breaking News:

Berita Banjarmasin

Buyut Habib Basirih Sayangkan Ada Ustad Dilaporkan Jelang PSU Pilwali Banjarmasin

Salah seorang pemuka agama atau ustad di Banjarmasin, terseret dugaan pelanggaran pidana pemilu menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada (Pilwal

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Habib Fathurrachman Bahasyim. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pilkada Kalsel 2020, salah seorang pemuka agama atau ustad di Banjarmasin, terseret dugaan pelanggaran pidana pemilu menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada (Pilwali) Banjarmasin 2020 yang dilaksanakan Rabu (28/4/2021).

Dan terseretnya salah seorang pemuka agama menjelang pelaksanaan PSU Pilwali Banjarmasin 2020 ini pun disayangkan oleh Habib Fathurrachman Bahasyim.

Menurut pria yang akrab disapa Habib Fathur dan merupakan buyut dari Habib Basirih ini, tensi politik menjelang pelaksanaan PSU di Banjarmasin memang tidak dipungkiri sangatlah tinggi.

Meskipun demikian lanjutnya, bukan berarti hal ini lantas sampai menyeret para pemuka agama ke ranah hukum karena bisa diselesaikan dengan cara lain.

Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, PSU Pilwali Banjarmasin Tinggal Hitungan Hari, KPU Mulai Salurkan Logistik APD

Baca juga: ASN  Longgar Mencoblos, Pemko Banjarmasin Optimistis Partisipasi Pemilih Meningkat saat PSU

Baca juga: VIDEO Persiapan Polresta Banjarmasin dan Tim Gabungan Amankan PSU Pilkada Banjarmasin

Baca juga: Pilkada Kalsel 2020, PSU Binuang, KPU Tapin Gelar Verifikasi Pemenuhan Syarat Anggota PPS

"Saya prihatin dan menyayangkan sekali ada ulama yang ikut terseret. Padahal tidak mesti harus ke ranah hukum kan. Kenapa tidak diselesaikan dengan kepala dingin dan duduk bersama saja. Tabayun lah. Jangan langsung laporkan-laporkan saja," jelasnya kepada awak media, Sabtu (25/4/2021) malam.

Meskipun ancaman hukuman tidaklah berat, namun menurut Habib Fathur idealnya jangan sampai sengketa tersebut berakhir di pengadilan.

Pasalnya hal ini menjadi salah satu bagian dari menjaga marwah seorang pemuka agama. Dan dikhawatirkan akan menjadi sebuah preseden buruk di Banua.

Bahkan lebih jauh menurutnya hal ini pun bisa memberi kesan bahwa telah terjadi kriminalisasi terhadap para ulama.

"Pilkada ini kan hanya siklus lima tahunan, dan kalau menyeret ulama maupun habaib ini dikhawatirkan dampaknya ke depan jauh lebih besar. Dan sepengetahuan saya baru kali ini ada kejadian di Banjarmasin, ada ulama yang ikut diseret-seret ke sengketa pilkada. Kita harus tetap menjaga marwah ulama dan habaib," jelasnya.

Sekadar mengingatkan, belum lama tadi Bawaslu Banjarmasin menerima laporan dari salah satu tim paslon di Pilwali Banjarmasin 2020.

Sang ustad diduga melakukan aktivitas kampanye namun juga terindikasi menyudutkan salah satu paslon.

Bawaslu Banjarmasin bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) pun mengeluarkan rekomendasi yakni meneruskan laporan tersebut ke tahap penyidikan di kepolisian.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved