Breaking News:

Berita Kotabaru

Hak Paten Gula Merah Asli Tirawan Kotabaru Terganjal Anggaran Wacana Go Internasional Kandas

Tak ada dana untuk menyiapkan persyaratan, membuat rencana Dinas Pertanian Kotabaru mendapat hak paten untuk gula merah Desa Tirawan terganjal

Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kadis Pertanian Kotabaru, Hairuddin 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Wacana keinginan Dinas Pertanian menjadikan gula merah Desa Tirawan mendapat hak paten terganjal.

Bahkan keinginan produk asli dari Kotabaru untuk go internasional akan kandas.

Program indikasi geografis (IG) yang digagaskan Dinas Pertanian melalui salah satu konsultan, lantaran ketidaktersediaan anggaran membuat persyaratan.

Kepala Dinas Pertanian Kotabaru, Hairuddin mengakui, pembiayaan tidak memungkinkan sehingga belum bisa menindaklanjuti wacana program IG tersebut.

Baca juga: SJA-Arul Dilantik sebagai Bupati dan Wabup Kotabaru pada 26 April 2021 di Banjarmasin

Baca juga: PPPK Khusus Guru Honor, BKPSDM Kotabaru Usulkan Formasi Umum untuk Tenaga Nonpegawai dan Nakes

Menurut Hairuddin, pihaknya sudah mengagendakan rapat dengan Pemerintah Daerah melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Akhmad Rivai.

"Kalau dari segi anggaran, waduh kayak tidak memungkinkan. Besarannnya lumayan juga. Tapi melihat situasi keuangan," terang Hairuddin kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (25/4/2021).

Diperlukan anggaran cukup besar sekitar Rp 200 juta, untuk digunakan mulai identifikasi, pemeriksaan sampel oleh tim ahli yang turun ke lapangan.

Identifikasi dilakukan tim ahli meliputi, tanah, bahan baku hingga proses pengolahan gula aren.

Baca juga: Cegah Balapan Motor di Jalanan, Polres Banjarbaru Ajak Para Orangtua Awasi Anak

Baca juga: Jembatan di Pabahanan Kabupaten Tala Telah Tersambung, Begini Penampakannya

Tujuannya saat pengolahan gula aren tertera komposisi, selain hak paten yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

"Termasuk ukuran cetakan gula aren. Karena ukuran cetakan juga bisa mempengaruhi pangsa pasar," ucapnya.

Disinggung rencana menggandeng pihak ketiga melalui forum CSR (Corporeta Social Responsibility), Hairuddin belum bisa menjelaskan detil.

"Makanya akan mengadakan rapat dulu. Kalau secara lisan (program) sudah disampaikan ke Asisten Perekonomian dan Pembangunan," pungkas Hairuddin.

BANJARMASINPOST.CO.ID/Helriansyah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved