Wabah Corona Kalsel

Wabah Corona Kalsel, Masuk Tahap Tiga, Vaksinasi Covid-19 Terus Dilakukan di Kota Banjarbaru

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masih terus berlangsung di kota Banjarbaru. Bahkan vaksinasi massal sudah memasuki termin ketiga untuk para lanjut usia

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
ilustrasi: Lansia di Banjarmasin sedang menjalani vaksinasi Covid-19 belum lama tadi. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST,CO.ID, BANJARBARU- Wabah Corona Kalsel, Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masih terus berlangsung di kota Banjarbaru. Bahkan vaksinasi massal sudah memasuki termin ketiga untuk para lanjut usia (lansia) dan guru guru.

Sebelumnya untuk tahap pertama dan kedua sudah dilakukan untuk para tenaga medis dan para pelayanan publik.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza mengatakan untuk termin ketiga ini kota Idaman mendapatkan jatah vaksin sebanyak 11.300 vial.

"Namun dari sebanyak 11.300 itu akan digunakan untuk 5.651 orang karen selama dua tahap penyuntikan," ujar dia.

Untuk vaksinasi termin ketiga ini kata Rizana diprioritaskan untuk lansia dan guru-guru dan beberapa orang juga mungkin yang dianggap penting lainnya.

Baca juga: Diskominfo Kabupaten Balangan Dukung Program Vaksinasi Covid 19, Seluruh ASN Terima Suntik Vaksin

Baca juga: VIDEO Dinkes Laksanakan Vaksinasi Covid-19 di Masjid-masjid Kota Banjarmasin

Baca juga: 215 Orang Divaksin di Hari Pertama Pekan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Masjid di Banjarmasin

Baca juga: Pj Gubernur Kalsel Pantau Vaksinasi Covid-19 Tenaga Pendidik di HSS

Kenapa lansia kata Rizana karena mereka inilah yang berpotensi kemungkinan yang bisa merasakan akibat yang cukup berat bahkan sampai meninggalkan.

"Banyak yang meninggal ini kan karena lansia dan juga ada faktor penyakit penyerta makanya kita prioritaskan," ujar Rizana.

Apalagi konfirmasi meninggal di Kota Banjarbaru cukup tinggi. Pada saat ini saja sudah mencapai 139 kasus meninggal.

Begitu juga dengan para guru. Para tenaga pendidik ini diprioritaskan karena berdasarkan keinginan pemerintah untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka pada bulan Juli nanti.

"Jika guru-guru ini sudah divaksin maka pembelajaran tatap muka kemungkinan besar bisa dilakukan," ujar Rizana.

Namun jaga dia vaksinasi termin ketiga ini tidak semua guru ikut divaksin. Berdasarkan data dari dinas pendidikan Banjarbaru sebanyak 4.000 lebih kuota guru di vaksin.

Sementara karena keterbatasan Dinas Kesehatan Banjarbaru hanya mampu menyiapkan 1300 orang vaksin untuk termin ketiga ini.

"Guru yang diprioritaskan adalah guru-guru piloting atau yang disiapkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka pada Juli nanti," sebut Rizana.

Sama seperti termin satu dan dua, sebanyak 22 fasilitas pelayanan kesehatan disiapkan untuk penyuntikan vaksin ini.

"Ada di Banjarbaru 10 Puskesmas plus Rumah Sakit idaman rumah sakit swasta dan klinik juga," jelas dia.

Kabar bakal di vaksinnya guru guru di Banjarbaru mendapat sambutan hangat dari guru Sekolah Dasar di Banjarbaru.

Ketua K3 SD Banjarbaru, Syakarani mengatakan vaksin untuk guru sebagai persiapan untuk pelaksanaan PTM d bln Juli nanti. Selain menyiapkan prokes yang ketat d sekolah.

"Harapannya guru bisa terhindar dari paparan virus Covid 19 dan mudah mudahan kita berharap nanti sudah diterapkan PTM bisa melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa ada khawatiran akan tertular Covid 19," pungkas dia. (Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved