Breaking News:

Ramadhan 2021

Tata Cara dan Buka Puasa Ramadhan 2021, Ini Sunah Dianjurkan Rasulullah Pada Ramadhan 1442 H

Berbuka puasa hari ini merupakan hari ke-13 Ramadhan 2021. Namun tak salahnya mengingat kembali yang dianjurkan Rasulullah SAW saat buka puasa.

Editor: M.Risman Noor
istimewa/Diskominfo HSS
Pegawai Inspektorat HSS membagikan takjil makanan untuk berbuka puasa kepada warga yang melintas di jalan A Yani Kandangan 

Benarkah Tidak Boleh Shalat Maghrib Sebelum Berbuka Puasa?

Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasisyariah.com memberikan penjelasannya. Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan ingin kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim 560).

Dalam hadis lain, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila kalian sudah menghadap ke makanan, maka jangan buru-buru shalat hingga menyelesaikan hajatnya (makannnya), meskipun iqamah shalat sudah dikumandangkan. (HR. Bukhari 674)

Baca juga: Doa Hari ke-13 Ramadhan 2021 Hingga Hari ke-30 Ramadhan 1442 H, Dibaca Usai Sholat Fardhu

Kemudian, dalam hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu disebutkan,

“Jika makan malam telah tersajikan, maka dahulukan makan malam terlebih dahulu sebelum shalat Maghrib. Dan tak perlu tergesa-gesa dengan menyantap makan malam kalian.” (HR. Bukhari 673 dan Muslim 557).

Sahabat Abu Darda radhiyallahu ‘anhu mengatakan, "Ciri orang yang pandai masalah agama, dia lebih mendahulukan kebutuhan pribadinya, sehingga dia bisa mengerjakan shalat dalam keadaan hatinya tidak memikirkan yang lain." (Bukhari secara Muallaq, 671).

Nafi – murid sekaligus menantunya Ibnu Umar – menceritakan, "Suatu ketika dihidangkan makanan kepada Ibnu Umar, sementara iqamah sudah dikumandangkan. Namun beliau tidak datang ke masjid, hingga menyelesaikan makannya. Dan ketika makan, beliau mendengar bacaan imam." (Bukhari secara Muallaq, 673).

Islam menghargai adanya syahwat dalam diri manusia. Karena itu, kita tidak diminta untuk mematikan syahwat dalam diri kita, disamping hal itu tidak mungkin dilakukan. Yang diperintahkan adalah mengendalikan syahwat itu.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani membagikan takjil berbuka puasa.
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani membagikan takjil berbuka puasa. (Capture Youtube BPost)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk konsentrasi ketika ibadah. Sehingga, ketika terjadi tabrakan antara kebutuhan jiwa dengan ibadah di waktu bersamaan, beliau mengajarkan agar kebutuhan jiwa yang mubah, agar didahulukan dari pada ibadah. Agar dia bisa konsentrasi dalam beribadah.

Beliau bersabda, “Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan ingin kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim 560).

Apa makna ”tidak ada shalat” dalam hadis?

Ulama berbeda pendapat,

Pendapat pertama, shalatnya tidak sah. Sehingga ketika ada orang yang shalat sambil menahan ingin buang hajat atau menahan keinginan untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan, maka shalatnya batal. Ini merupakan pendapat Syaikhul Islam dan ulama madzhab dzahiriyah.

Pendapat kedua, shalatnya tetap sah, namun makruh dan pahalanya tidak sempurna.

Baca juga: Sepertiga Ramadhan 2021 Sudah Terlewati, Ini Amalan 10 Hari Kedua Ramadhan 1442 H

Sehingga makna ‘Tidak ada shalat’ adalah tidak sempurna shalat seseorang. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama (Taisir al-Allam, Syarh Umdah al-Ahkam, 1/96).

Syarat dan ketentuan

Jika makanan sedang dihidangkan ketika waktu shalat, apakah seseorang harus segera makan?

Sebagian ulama memberikan persyaratan,

Ada keinginan untuk makan. Jika tidak ada keinginan, karena tidak nafsu atau sudah kenyang atau sebab lainnya, dia tidak harus makan

Waktu shalat masih longgar jika mendahulukan makan. Jika waktunya sempit, tidak memungkinkan jika makan dulu, maka dia harus mendahulukan shalat.

Memungkinkan untuk makan. Jika tidak memungkinkan, maka dia harus mendahulukan shalat. Contoh tidak memungkinkan: makanan dihidangkan di warung, sementara dia tidak memiliki uang untuk membelinya. Atau dia sedang puasa, sementara makanan dihidangkan di waktu asar.

Berdasarkan keterangan di atas, orang yang sedang berbuka puasa, dan di hadapannya ada makanan menarik baginya, maka hendaknya dia dahulukan makan sebelum shalat. (banjarmasinpost.co.id/danti ayu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved