Breaking News:

Berita Tapin

Cucu Mantan Bupati Tapin Kalsel Meninggal Misterius di Kamar, Polisi Amankan Barbuk Ini

Peristiwa meninggalnya gadis usia 17 tahun di Tapin Kalsel masih misterius. Polisi masih menyelidiki Kematia cucu mantan Bupati Tapin ini

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
Kolase Banjarmasinpost
NR (17) (kiri) semasa hidup. Kamar korban berantakan saat almarhum ditemukan meninggal, Minggu 25/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Peristiwa meninggalnya sosok gadis usia 17 tahun yang ditemukan pihak keluarga pada Minggu, (25/04/2021) pukul 08.00 wita hingga kini masih belum terungkap, Senin, (26/04/2021).

Pantauan Banjarmasinpost.co.id sekitar pukul 08.00 wita situasi rumah dimana korban ditemukan meninggal, terlihat sepi sementara arus lalulintas di sepanjang jalan yang melintas di depan rumah terpantau lancar.

Usai ditemukan kemarin oleh pihak keluarga, pintu ruko sempat di pasang police line oleh pihak kepolisian dan rumah duka terus dipadati pihak keluarga, masyarakat setempat hingga para sahabat korban yang datang untuk melayat.

Korban yang diketahui berinisial NR (17) ini merupakan siswa kelas 12 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapi.

Baca juga: Gadis 17 Tahun di Tapin Ditemukan Tewas Misterius di Kamar, Ada Luka Lebam di Wajah dan Leher

Baca juga: BREAKING NEWS : Lihan Meninggal di Lapas Banjarbaru, Alami Pembengkakan Jantung dan Asma 

Baca juga: Kakek 61 Tahun Asal Jakarta Meninggal di Hotel Banjarmasin, Kadinkes Pastikan Pasien Covid-19

Korban diketahui merupakan cucu mantan Bupati Tapin ke tujuh H. Ahmad Makkie dan anak dari H.Fajar Safari selaku Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tapin.

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa tergeletak di kamar lantai dua tepatnya di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara.

Adapun Rumah dimana korban meninggal adalah milik H. Nasrullah (Paman dari Korban) dan diketahui korban sudah lama tinggal bersama di sana.

Kapolsek Tapin Utara, Ipda Subroto Rindang Ari Setyawan mengatakan berdasarkan keterangan para saksi bahwa setelah makan sahur, para saksi berangkat ke masjid untuk sholat subuh sementara korban tinggal di rumah. 

"Setelah para saksi pulang ke rumah, saksi (H. Nasrullah) tidak dapat masuk karena pintu dalam keadaan terkunci. Kemudian saksi menyuruh Abdul Hadi (Saksi kedua) untuk masuk ke kamar melalui jendela kamar," ujar Kapolsek saat menceritakan keterangan saksi.

Ipda Subroto mengatakan, korban ditemui dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi terlentang, wajah berlilitkan seprai serta terdapat luka lebam di bagian wajah hingga leher dan mengeluarkan darah di bagian telinga. 

"Tidak ada barang yang hilang di rumah," lanjutnya.

Baca juga: Youtuber Rusia Tewas Saat Live, Nekat Tenggak 1,5 Liter Vodka

Ia mengatakan adapun Barang bukti yang diamankan Polres Tapin yaitu satu lembar seprai, satu lembar baju daster warna merah, satu buah pecahan gelas, satu buah handphone dan satu buah guling. 

"Sampai saat ini, Polres Tapin masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan," jelasnya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved