Breaking News:

Berita Kotabaru

Datangi Polres Kotabaru, Anggota Koperasi Sipatuo Sejahtera Laporkan Pengurus

Anggota koperasi Sipatuo Sejahtera mendatangi kantor Mapolres Kotabaru dan melaporkan pengurus koperasi setempat

banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Beberapa perwakilan warga anggota koperasi saat di ruang Krimsus Polres Kotabaru. Mereka laporkan pihak koperasi, terkait ketidak jelasan uang iuran wajib dipotong Rp 5 ribu, Senin (26/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Beberapa orang perwakilan warga, sekaligus anggota koperasi Sipatuo Sejahtera mendatangi kantor Mapolres Kotabaru, Senin (26/4/2021).

Empat orang dari beberapa perwakilan anggota koperasi, itu masuk ke ruang unit kriminal khusus (Krimsus) untuk melaporkan pihak koperasi berada di bawah pimpinan SG.

Laporan perwakilan anggota koperasi beranggotakan 2.000 orang lebih, tersebar di empat kecamatan antara lain, Pulaulaut Barat, Pulaulaut Selatan, Pulaulaut Tanjung Selayar dan Pulaulaut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

"Kami datang ke Polres, mewakili anggota koperasi lainnya. Melaporkan pihak koperasi," kata salah seorang anggota, Muhammad Yandi kepada banjarmasinpost.co.id.

Baca juga: Masih Bisa Mendaftar untuk Dapatkan BPUM 2021, Jangan Lupa ke Dinas Koperasi dan UMKM Setempat

Baca juga: Terdampak Pandemi, Omzet Koperasi Pegawai di Kalsel Turun 40 Persen

Baca juga: Koperasi Duta Banua Gelar RAT di Restoran Terapung Banjarmasin

Menurut Yandi, melaporkan koperasi di bawah pimpinan SG, karena bertahun-tahun atau sekitar 2017an, iuran wajib anggota yang dipotong tidak ada kejelasan. 

Yandi pun menjelaskan rinci, maksud tidak adanya kejelasan. Karena tidak pernah ada laporan pertanggung jawaban yang disampaikan pengurus koperasi ke anggota. 

Potongan iuran wajib setiap anggota sebesar Rp 5 ribu perbulan sudah berjalan lama. Sementara itu, iuran disetorkan tidak ada kejelasan.

"Model semacam SHU (sisa hasil usaha), itu yang tidak ada kejelasan dan pertanggung jawabannya," sambung Yandi. 

"Mestinya potongan itu dikembalikan lagi ke anggota. Tapi bertahun-tahun tidak tau kemana dananya," lanjutnya.

Baca juga: Banyak Koperasi di Kalsel Terancam Tutup, ini Permasalahannya

Oleh karena ketidak jelasan iuran dipotong oleh koperasi. Anggota koperasi mengambil sikap, menyerahkan pengelolaan ke masing-masing desa yang ada kebun plasma. 

Hingga berita diturunkan belum didapat konfirmasi detil dari Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin SIK melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil SIK terkait laporan tersebut. 

"Nanti saya konfirmasi ya setelah di Kotabaru," singkat Abdul Jalil dihuhungi via WhatsApp.

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved