Breaking News:

Larangan Mudik 2021

Usulan Dispensasi Mudik untuk Santri Jadi Polemik, Begini Reaksi Satgas Covid-19

Usulan dispensasi untuk santri mudik Lebaran 2021 disampaikan Wapres Ma’ruf Amin jadi polemik. Begini reaksi Satgas Covid-19.

TRIBUN KALTIM/UDIN DOHANG
Para santri tengah menghafal Alquran di Pondok Pesantren Darul Qurra Bontang.Usulan Dispensasi Mudik untuk Santri Jadi Polemik, Begini Reaksi Satgas Covid-19 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Usulan agar ada dispensasi para santri mudik yang disampaikan Wapres Ma’ruf Amin melalui juru bicaranya, Masduki Baidlowi , menuai sorotan.

Usulan itu pun langsung jadi polemik di tengah penerapan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 yang diterapkan pemerintah.

Terkait usulan dispensasi itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan khusus terkait usulan itu.

Seperti diketahui, pemerintah resmi melarang mudik pada libur Lebaran 2021. Kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 ini dalam rangka memutus penularan covid-19 di wilayah Indonesia.

Baca juga: Syarat Perjalanan Mudik Lebaran 2021, Inilah Ketentuan SE Menteri yang Harus Ditaati

Baca juga: Cegah ASN Mudik Lebaran, Wawali Palangkaraya Perketat Pemberian Izin Cuti

Pandemi covid-19 ini masih belum teratasi. Kasus covid-19 di tanah air masih cukup tinggi, ditambah kekhawatiran masuknya varian baru covid-19 seperti yang saat ini menjangkiti warga India.

"Belum ada pembahasan terkait hal itu. Peniadaan mudik masih sama seperti yang sudah diputuskan," ujar Wiku saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (26/4/2021).

Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). Menurut data Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya sebanyak 44.550 kendaraan keluar wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ) melewati gerbang tol Cikampek Utama jelang larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada (24/4/2020).
SIlustrasi mudik. (ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH)

Pemberlakuan pengetatan perjalanan dimulai H-14 larangan mudik, yakni dari tanggal 22 April 2021 sampai dengan tanggal 5 Mei 2021.

Selanjutnya, aturan bepergian juga diperketat pada periode H+7 pasca masa peniadaan mudik yakni pada tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021.

Adapun masa larangan mudik berlaku efektif pada 6 - 17 Mei 2021, sesuai SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Meskipun masih ada peluang bepergian pada kurun waktu itu, sejumlah syarat harus dipenuhi pelaku perjalanan.

Halaman
123
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved