Breaking News:

Berita Banjarbaru

190 Nakes RSD Idaman Banjarbaru Mengeluh, Sejak Agustus 2020 Insentif Penangan Covid-19 Tak Dibayar

190 nakes di RSD Idaman Banjarbaru mengeluhkan belum dibayarkannya insentif penanganan pasien Covid-19

BANJARMASINPOST.CO.ID/NIA KURNIAWAN
Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Para tenaga kesehatan di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru mengeluhkan lambannya pembayaran insentif  penanganan Covid-19. 

Sudah sejak Agustus 2020 hingga sekarang para nakes RSDI Banjarbaru tidak menerima hak mereka tersebut.

Padahal, insentif tersebut telah dijanjikan pemerintah sebagai bagian dari penghargaan menjadi petugas garda terdepan penanganan covid-19.

Kepala seksi pelayanan medik RSD Idaman Banjarbaru Dr Siti Ningsih mengakui insentif mereka yang sudah dibayar sampai Juli 2020 saja.

"Selebihnya belum," kata dia Selasa sore.

Baca juga: Empat Bulan Insentif Daerah Tertahan, Disdikbud Kotabaru Sebut Segera Cair

Baca juga: Insentif Nakes Tangani Covid-19 Belum Cair, Ini Kata Kadinkes Kalsel

Baca juga: VIDEO Penjelasan Direktur RSUD Hadji Boejasin Kabupaten Tala Soal Insentif Nakes Covid-19 Dipotong

Lalu berapa besaran insentif Nakes penanganan Covid-19, Siti menjelaskan besaran beda-beda tergantung lama hari bertugas.

"Kalau Agustus sampai Desember 2020 total insentif nakes RSDI Banjarbaru itu Rp 10 M kurang dikit," tambah dia.

Sementara untuk nakes  yang diusulkan ada sekitar 190 an dan semua sama belum dibayarkan.

Siti menjelaskan penghargaan diberikan karena nakes menjadi petugas garda terdepan atas resiko keterpaparan  terhadap pasien covid-19.

"Dengan belum jelasnya pencairan jelas nakes ngeluh karena itu salah satu yang sangat diharapkan. Selama ini kan sudah kerja luar biasa menangani pasien covid dengan segala resikonya," kata dia.

Menurut Siti jika pemerintah pusat menentukan ada insentif harusnya menyiapkan anggarannya lalu jangan menentukan ada insentif tapi anggarannya di suruh mikirkan daerah masing masing. 

"Masalahnya kan tiap daerah beda kemampuan. Yang anggaran DAUnya sudah kecil kan kasihan jadinya," jelas dia.

Baca juga: Nakes Covid-19 di Tanahlaut Protes Insentif Dipotong Rp 2,5 Juta, Begini Penjelasan Direktur

Pemberian insentif itu merujuk Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020 tentang insentif dan dana santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani virus Corona.

Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, besaran insentif tenaga medis Covid-19 telah ditetapkan batas maksimalnya, yaitu Dokter Spesialis Rp15 juta, Dokter Umum dan Gigi Rp10 juta, Bidan dan Perawat Rp7,5 juta, dan Tenaga Medis Lainnya Rp5 juta.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)
 

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved