Breaking News:

Lifestyle

Bekerja Sejak 2010, Sipir Cewek di Lapas Tanjung Ini Mengaku Ada Perasaan Iba

Sejak tahuan 2012, Sylvia Humaira, telah mengabdikan diri sebagai seorang sipir perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Istimewa
Sylvia Humaira, sipir perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sejak tahuan 2012, Sylvia Humaira, telah mengabdikan diri sebagai seorang sipir perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dengan tugas yang dijalani, menurut perempuan kelahiran Hulu Sungai Tengah (HST) tahun 1992 ini, dirinya sering mendapat pertanyaan apakah bekerja di lapas itu menyeramkan.

"Masyarakat yang awam terhadap dunia pemasyarakatan pasti mengira lapas adalah tempat yang menyeramkan karena isinya orang-orang yang melanggar hukum," ujar pemilik akun ig @sylvia_humaira yang pertama kali bertugas di Lapas Amuntai ini.

Seiring berjalannya waktu, imbuh Sylvia sapaan akrabnya, ketakutan itu mulai luntur dan malah berubah menjadi iba dengan mereka.

Baca juga: Kejari Tabalong Tahan 5 Oknum Sipir Diduga Pelaku Pengeroyokan

Baca juga: Isi Kegiatan di Bulan Puasa, Warga Binaan Lapas Tanjung Ikuti Program Tamir Ramadan

Baca juga: Wabah Corona Kalsel, Puluhan Petugas Lapas Tanjung Kembali Jalani Vaksinasi Covid-19

"Di balik kisah masa lalu mereka, aku pribadi percaya pada dasarnya semua warga binaan itu baik. Mereka memang manusia biasa yang nggak luput dari kesalahan," ungkap ibu rumah tangga penyandang S1 dari STIA Tabalong ini.

Di Indonesia sebagai negara hukum, maka bagi siapa saja yang melanggar  harus mempertanggungjawabkan perbuatan atau kesalahannya dengan menghabiskan beberapa masa di balik jeruji besi.

Perempuan yang ikut CPNS tahun 2010 ini juga menceritakan, saat ini dirinya memang sudah tidak lagi bertugas di bagian anggota pengamanan, dan beralih ke staf pengelola keuangan yang kebanyakan berurusan dengan layar komputer atau laptop.

Hanya saja, apabila ada narapidana wanita dirinya pun tetap ikut dalam penjagaan dan pengamanan warga binaan perempuan tersebut. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved