Breaking News:

Berita Banjarbaru

Insentif Nakes Dibebankan Ke Daerah, Banjarbaru Siapkan Rp 32 Miliar

Pemko Banjarbaru telah menyiapkan anggaran Rp 32 miliar untuk membayar insentif nakes yang belum dibayarkan sejak Agustus 2020

BANJARMASINPOST.CO.ID/KHAIRIL RAHIM
Jainudin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru mengungkap telah menyiapkan dana Rp 32 miliar untuk membayarkan insentif nakes yang belum dibayarkan sejak Agustus 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keluhan tenaga kesehatan (Nakes) di RSD Idaman Banjarbaru yang belum menerima pembayaran insetif penanganan Covid-19 agaknya terkait dengan dialihkannya anggaran insentif dari pemerintah pusat ke daerah.

Namun, para nakes agaknya kini bisa berlega hati. Karena, Pemko Banjarbaru telah menyiapkan anggaran Rp 32 miliar untuk membayar insentif yang belum dibayarkan sejak Agustus 2020.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarbaru, Jainudin mengakui adanya pengalihan kewenangan untuk anggaran insentif nakes yang menangani Covid-19.

Awalnya, anggaran insentif tenaga kesehatan ditanggung pemerintah pusat namun kini dibebankan ke pemerintah daerah.

"Secara anggaran sudah kita siapkan namun secara realisasi kita menunggu perintah saja," kata Jai sapannya.

Baca juga: 190 Nakes RSD Idaman Banjarbaru Mengeluh, Sejak Agustus 2020 Insentif Penangan Covid-19 Tak Dibayar

Baca juga: Empat Bulan Insentif Daerah Tertahan, Disdikbud Kotabaru Sebut Segera Cair

Baca juga: Insentif Nakes Tangani Covid-19 Belum Cair, Ini Kata Kadinkes Kalsel

Jai menambahkan pemerintah kota Banjarbaru sudah menyiapkan anggaran tersebut sebesar Rp 32 miliar.

"Dana ini diambil dari APBD sebab pemerintah pusat kan bilang begitu," kata dia ditanya soal sumber dana.

Pembayaran insentif Nakes itu untuk Agustus hingga Desember 2020. Sebab sejak Agustus 2020 pemerintah pusat anggaran dibebankan ke daerah.

Baca juga: Nakes Covid-19 di Tanahlaut Protes Insentif Dipotong Rp 2,5 Juta, Begini Penjelasan Direktur

Beberapa waktu lalu Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin pun ikut mengeluhkan anggaran insentif sejak Agustus dialihkan ke pemerintah daerah. 

"Ini tentu akan menjadi beban daerah lagi," kata Ovie sapannya.

(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved