Breaking News:

Berita Kabupaten Kotawaringin Timur

Kabut Berbau Asap Mulai Selimut Pinggiran Sampit, Kapolres Larang Warga Membakar Lahan

Kabut tipis berbau asap beberapa hari ini, mulai terasa di daerah pinggiran Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Seperti yang

Penulis: Fathurahman | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id / faturahman
Kabut embun pagi berbau asap, Minggu (24/4/2021) diduga akibat kebakaran lahan mulai terpantau dipinggiran Kota Sampit seperti di Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur dan Jalan Sumekto Sampit 

E

Baca juga: VIDEO Kabut Asap Menyelimuti Wilayah Kupang Tapin Utara

Baca juga: Warga Tapin Utara Ini Heran Kabut Asap Selimuti Pasar Sejumput Wilayah Kupang

ditor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT- Kabut tipis berbau asap beberapa hari ini, mulai terasa di daerah pinggiran Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Seperti yang terpantau, Minggu (25/4/2021) pagi di Jalan Sumekto hingga Jembatan Bejarum Kecamatan Kota Besi , tampak diselimuti kabut.

Kabut yang disertai bau asap diduga akibat kebakaran lahan tersebut mengganggu pengendara yang ingin melintas di Kawasan Kota Besi terutama jalur arah Sampit ke Palangkaraya sekitar Jembatan Bejarum yang tampak tertutup oleh kabut.

Pengendara yang melewati lokasi tersebut terpaksa menggunakan lampu sorot kendaraan untuk bisa melintas, karena khawatir tidak terlihat karena kabut embun diduga bercampur asap yang menyelimuti lokasi jalan Kota Besi.

Baca juga: Kabupaten Banjar Apel Siaga Hadapi Bencana Karthula dan Kabut Asap

Nashir, salah satu warga setempat mengatakan, selama hujan mulai jarang mengguyur Kota Sampit dan sekitarnya, dan suhu udara makin panas membuat semak belukar menjadi kering dan rawan terbakar."Suhu panas membuat semak belukar di sini mengering dan rentan terbakar," ujarnya.

Pantauan, Selasa (27/4/2021) pagi kondisi kabut yang sebelumnya menyelimuti daerah pinggiran Kota Sampit mulai menghilang, namun suhu udara di Sampit masih tersa terik dan semak belukar masih mengering sehingga rawan terjadi kebakaran lahan.

Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Abdoel Harris Jakin, mengingatkan warga Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah agar tidak membakar lahan saat melakukan pembersihan, karena lahan kering rawan terbakar dan mengakibatkan kebakaran sporadis.

"Sudah ada Maklumat Kapolda tentang larangan membakar lahan kami juga terus melakukan sosialisasi agar membersihkan lahan jangan membakarnya, karena akan dikenakan sanksi pidana jika kedapatan ada warga yang membakar lahan dalam melakukan pembersihan lahan, apalagi jika dilakukan korporasi sanksinya berat," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved