Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Larangan Mudik Diberlakukan, Bandara Syamsudin Noor Kehilangan Pendapatan Rp 400 Juta Sehari

Bandara Syamsudin Noor menghitung bakal kehilangan pendapatan dari jasa penerbangan selama pemberlakuan larangan mudik 6-17 Mei 2021

Capture Youtube BPost
Ilustrasi-Petugas menggunakan thermal gun mengukur suhu tubuh penumpang pesawat di Bandara Syamsudin Noor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penerapan larangan mudik pada lebaran 2021 sejak 6 hingga 17 Mei 2021, bakal ditaksir menghilangkan pemasukan yang cukup besar di sektor udara. 

Kebijakan larangan mudik ini, Bandara Syamsudin Noor diperkirakan bakal kehilangan pendapatan sedikitnya Rp 400 juta dalam sehari.

Stakeholder Relation Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor mengatakan, jika larangan mudik kembali diterapkan seperti tahun lalu maka jumlah penumpang yang mereka layani bisa merosot 50 persen lebih dari hari biasanya.

"Saat ini penumpang yang kita layani sekitar 3 ribu sehari. Nanti, kalau larangan mudik diberlakukan kemungkinan penumpang yang dilayani kurang dari seribu setiap harinya," urai Ahmad Zulfian Noor.

Baca juga: Larangan Mudik 6-17 Mei, City Link Tegaskan Maskapai Tidak Lakukan Reschedule Otomatis

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Ponpes Al Falah Telah Liburkan Santri Sebelum Ramadan

Baca juga: Maskapai Penerbangan Banjir Pertanyaan dari Penumpang Pasca Larangan Mudik

Apabila memang penumpang rata-rata berkurang 2 ribu sehari, maka pendapatan bandara dari sektor aero atau penerbangan bisa hilang sekitar Rp 200 juta. Karena, setiap satu penumpang bandara bisa mendapatkan Rp100 ribu.

Selain di sektor aero, merosotnya penumpang juga membuat pendapatan bandara dari Airport tax atau pajak dari pengguna jasa penerbangan banyak yang hilang.

Setiap penumpang dibebankan airport tax Rp100 ribu, jadi di sektor ini Bandara Internasional Syamsudin Noor juga kehilangan Rp 200 juta sehari apabila jumlah penumpang turun hingga 2 ribu.

Jika ditotal dari sektor aero dan airport tax, maka potensi pendapatan bandara yang hilang ketika larangan mudik nanti diberlakukan diperkirakan mencapai Rp 400 juta sehari.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021 Diperpanjang, Pengusaha Travel Kalsel Keberatan

Namun, Zulfian menyampaikan, hitungan tersebut masih belum bisa dipastikan. Sebab, mereka masih menunggu teknis larangan mudik dari pemerintah daerah atau Satgas Covid-19.

"Tapi Pada prinsipnya kita mendukung, kebijakan pemerintah,," kata Zulfian. (banjarmasinpost.co.id /nurholishuda)
 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved