Breaking News:

Berita Tala

Sebagian Pohon Penghijauan di Tepi Jalan Nasional di kawasan Tala Dipangkas Pendek

Sejak empat tahun lalu pemerintah melaksanakan penanaman pohon penghijauan di kanan kiri jalan nasional (A Yani) di sejumlah wilayah di Kalimantan Sel

RAHMD RIANSYAH UNTUK BPOST GROUP
Beginilah penampakan pohon penghijauan di wilayah Asamasam, Jorong, yang dipangkas pendek oleh pihak PLN. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejak empat tahun lalu pemerintah melaksanakan penanaman pohon penghijauan di kanan kiri jalan nasional (A Yani) di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun setelah tumbuh dan rimbun, justru di antaranya ada yang dipangkas secara ekstrem. Pasalnya, pemangkasan tak lagi menjamah dahan atau ranting, tapi batang utama.

Hal itu memunculkan pertanyaan di kalangan warga. "Aneh banget sih, capek-capek ditanam eh setelah tumbuh tinggi malah ditebang," ucap Solhani, warga Pelaihari, Selasa (27/4/2021).

Sebagai warga biasa ia mengaku heran melihat fakta tersebut. Pasalnya, seolah tak ada koordinasi antara pihak yang melakukan pemangkasan yakni PLN dan pihak yang menanam (instansi teknis).

"Yang namanya pohon penghijauan itu kan memang mesti rimbun dan tinggi supaya menjadi peneduh. Kalau dipotong sisa semeteran saja, ya apa artinya," tandasnya.

Baca juga: Pepohonan di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Berguguran, DLH Banjarmasin Lakukan Penyiraman

Baca juga: Tanam Pohon di Daerah Kota Amuntai Kabupaten HSU

Baca juga: Bupati HST Pimpin Penanaman Pohon Program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Senada diutarakan Kurnadi. Menurutnya, biaya penanaman pohon penghijauan di sepanjang jalan nasional tersebut tentu tak murah.

"Soalnya kan yang ditanam pohon yang sudah besar. Itu mahal. Belum lagi dipupuk dan diberi cor semen keliling sebagai potnya. Jumlahnya pasti sangat banyak karena sepanjang jalur Pelaihari-Banjarmasin saja sudah sangat banyak," sebutnya.

Ia mengaku sedih ketika melihat pohon penghijauan yang telah tumbuh subur dipangkas/dipotong pendek. "Lebih baik tak usah ditanam di lokasi yang berkemungkinan berpotensi mengenai kabel listrik telanjang. Lebih baik ditamam di lokasi lain yang aman," sebutnya.

Pantauan banjarmasinpost.co.id antara lain pohon penghijauan yang dipangkas pendek tersebut berada di wilayah Kecamatan Pelaihari seperti di Pabahanan dan di Desa Ambungan.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved