Breaking News:

Berita Banjarmasin

Tiga Daerah di Kalsel Tak Dilakukan Pembatasan, Masyarakat Tetap Diimbau Bertahan di Rumah

Kebijakan peniadaan mudik pada musim lebaran Iduk Fitri 1442 Hijriah di Tahun 2021 tetap dilaksanakan kecuali bagi kawasan aglomerasi yang ditetapkan

Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA dan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK dalam Rakor Lintas Sektor Persiapam Pengamanan Idul Fitri 1442 Hijriah 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebijakan peniadaan mudik pada musim lebaran Iduk Fitri 1442 Hijriah di Tahun 2021 tetap dilaksanakan kecuali bagi kawasan aglomerasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ada satu kawasan aglomerasi atau daerah-daerah bertetangga yang memiliki keterkaitan di banyak aspek di Kalsel yang ditetapkan pemerintah, yaitu meliputi Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan, dalam tiga kawasan tersebut, meski tak diberlalukan pembatasan, namun masyarakat tetap diimbau untuk tetap berada di domisilinya masing-masing selama momen Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Yang ditetapkan sebagai kawasan aglomerasi Banjarmasin, Banjarbaru dan Banjar. Ini untuk tanggal 6 sampai 17 Mei tetap diimbau untuk tinggal di rumah, tapi perjalanan di dalam aglonerasi tidak diperkukan surat izin ke luar-masuk (SIKM)," kata Pj Gubernur Kalsel.

Baca juga: Cegah Pemudik, Tim Gabungan Sekat 4 Titik Perbatasan Kalteng Selama 12 Hari

Baca juga: Sekda Kabupaten Kapuas Pimpin Deklarasi Peniadaan Mudik Lebaran 2021

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Ponpes Al Falah Telah Liburkan Santri Sebelum Ramadan

Baca juga: Usulan Dispensasi Mudik untuk Santri Jadi Polemik, Begini Reaksi Satgas Covid-19

Hal ini disampaikannya usai memimpin Rakor Lintas Sektoral bersama Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK dan stakeholder terkait di Aula Rupatama Polda Kalsel, Jalan S Parman, Kota Banjarmasin, Selasa (27/4/2021).

Sedangkan bagi di luar kawasan aglomerasi, bagi pribadi yang melakukan perjalanan wajib membawa syarat-syarat yang diwajibkan.

Bagi ASN, yaitu surat tugas dari atasannya yang minimal eselon II, bagi karyawan swasta surat tugas dari pimpinan perusahaan dan bagi masyarakat setidaknya surat dari lurah atau kepala desanya.

Selain itu, diwajibkan pula setiap pribadi membawa surat sehat saat akan melintas perbatasan.

"Yang tidak membawa surat sehat ada dua kemungkinan, pertama disuruh balik ke tempat asalnya atau diperiksa di tempat check poin menggunakan rapid antigen. Tergantung diskresi petugas di tempat, tergantung penilaian yang ada," kata Pj Gubernur.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved