Breaking News:

Berita HST

Tiga Lokasi di Desa Alat HST Jadi Alternatif Relokasi Tempat Tinggal Warga Korban Banjir

Tiga lokasi alternatif disiapkan untuk relokasi tempat tinggal tetap korban banjir di Desa Alat, Kecamatan Hantakan HST

Banjarmasin Post/Hanani
Rumah Hunian Sementara (huntara) yang dibangun Dinas Perkim HST di Desa Baru Waki Kecamatan Batuebnawa, Hulu Sungai Tengah, Minggu (21/2/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tiga lokasi alternatif disiapkan untuk relokasi tempat tinggal tetap korban banjir di Desa Alat, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Lahan tersebut ada di RT 03 dan 04, dengan pertimbangan utama dekat dengan masjid, dekat kebun dan tidak jauh dari lokasi lama namun kondisi lahannya lebih tinggi dan aman dari jangkauan banjir.  

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman (Perkim) Dinas Perkim HST Syafaat, dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, terkait proses pembebasan lahan mengatakan, berdasarkan hasil diskusi dengan warga setempat, aparat desa dan Camat Hantakan lokasi itu saat banjir bandang lalu, aman dari banjir.

“Masing-masing ada pertimbangannya,”kata Syafaat.

Baca juga: Terima Huntara dari LLDIKTI dan Baznas Kalsel, Warga Kabupaten HST Ini Menangis

Baca juga: Terima Huntara dari LLDIKTI dan Baznas Kalsel, Warga Kabupaten HST Ini Menangis

Baca juga: Baznas Kalsel Terima Bantuan Dana Baznas Banten untuk Pemulihan Banjir di Kalsel, Bangun Huntara HST

Disebutkan, lahan yang disiapkan seluas dua hektar dan sudah diajukan ke Bupati HST sehingga tinggal menunggu persetujuan Bupati.

Jika sudah ada persetujuan, tim pengadaan tanah bidang pertanahan akan melaksanakan proses selanjutnya.

DItambahkan, tahapan bantuan stimulan rumah dari BNPB secara garis besarnya meliputi sejumlah tahap.

Tahapan tersebut, pendataan dan verifikasi rumah bencana, dalam hal ini diperoleh data usulan rusak berat 268 KK, rusak sedang 54 KK, dan rusak ringan 1125 KK.

Selanjutnya, SK Bupati tahap 1 prioritas untuk rusak berat usulan bantuan kerusakan rumah untuk di sampaikan ke BNPB, lalu  SK Bupati tahap 2 untuk rusak sedang dan rusak ringan.

Kemudian kelengkapan dokumen pendukung, dokumen jitupasna, dokumen kajian teknis, dll.

Juga diserta dokumen R3P dan SK Gubernur untuk usulan semua Kabupaten kota terdampak bencana untuk disampaikan ke BNPB Pusat dan Review APIP / Irtama dari BNPB Pusat serta permintaan uji publik terhadap kelayakan data dari BNPB

Tahapan Uji publik data di daerah selama 14 hari, apabila ada data tidak lengkap bisa diklarifikas. Selanjutnya Bupati mengeluarkan SK untuk penerima bantuan stimulan rumah hasil dari uji public. APabila ada data tambahan, jelas Syafaat  diusulkan ke tahap berikutnya.

Baca juga: VIDEO LLDIKTI XI Kalimantan dan Baznas Kalsel Serta Korem 101 Antasari Bangun 18 Unit Huntara di HST

 Adapun tahap berikutnya, penyaluran dana bantuan dari BNPB ke BPBD daerah, pembentukan tim pendamping dan tim teknis bantuan, sosialisasi dan pelaksanaan bantuan stimulan rumah.

 “Kita sudah di tahap pelaksanaan uji public. Semoga secepatnya bantuan hunian tetap BNPB direalisasi agar masyarakat  tinggal di rumah yang layak,”kata Syafaat. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved