Breaking News:

Berita Tala

Berdayakan Warga Sekitar, Perusahaan di Jorong Ini Budidayakan Dua Jenis Lebah

Pembudidayaan lebah di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tetap bertahan hingga saat ini meski jumlahnya tak banyak.

Banjarmasinpost.co.id/ida royani
Inilah area pembudidayaan lebah madu di lingkungan kantor perusahaan tambang di Desa Swarangan, Jorong. Ada dua jenis yang dipelihara yaitu lebah hutan dan lebah kalulut. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pembudidayaan lebah di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tetap bertahan hingga saat ini meski jumlahnya tak banyak.

Selain dikembangkan secara perseorangan oleh masyatakat, kini ada pula korporasi yang turut membudidayakan lebah.

Hal itu setidaknya dilakukan perusahaan yang berada di wilayah Desa Swarangan, Kecamatan Jorong.

Perusahaan penanaman modal asing yang bergera di sektor tambang itu berupaya mengoptimalkan pemanfaatan hasil ikutan dari hutan galam yang mereka lestarikan.

Baca juga: Babinsa di Tapin Ini Sukses Budidayakan Lebah Kelulut, Sekali Panen Hasilkan 9 Botol Madu

Baca juga: Madu Hutan Artain, Madu Bening yang Dibuat Koloni Lebah di Pohon Linuh

Baca juga: Selain Terapi, Pembudi Daya Madu di Banjarbaru Menyediakan Madu Fusco dari Lebah Terkecil di Dunia

Baca juga: Warga Banjarbaru ini Pernah Melakukan Terapi Sengat Lebah kepada Penderita Stroke, Begini Hasilnya

Beberapa orang yang pernah bertandang ke hutan galam setempat, umumnya mengaku salut atas pengembangan lebah dari hutan tersebut.

"Saya lihat kemarin itu ada sekitar 20 unit kotak tempat pembudidayaan lebah madu di dekat kantor PT JBG itu," ucap Arinto, warga Banjarmasin, Rabu (28/4/2021).

Dikatakannya, ada dua jenis lebah madu yang dikembangkan yakni lebah besar atau lebah hutan dan lebah madu kalulut. Masing-masing sepuluh kotak yang letaknya berdampingan.

"Jadi, itu madu yang dihasilkan dari bunga kayu galam dan bunga kayu-kayu hutan tropis yang ada du kawasan hutan galam," sebutnya.

Bagian eksternal perusahaan tersebut, Idhar, menuturkan pembudidayaan lebah madu tersebut masih dalam tahap ujicoba. Saat ini belum menghasilkan karena masih berproses.

"Nanti kalau sudah berhasil, maka akan kami kembangkan kepada masyarakat di sekitar tambang sebagai sumber penghasilan tambahan," jelasnya.

Pihaknya optimistis ujicoba pembudidayaan lebah madu tersebut berhasil. Pasalnya makanan bagi lebah tersebut cukup berlimpah di hutan galam setempat.
(Banjarmasinpost.co.id/iddda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved