Breaking News:

BTalk

BTalk, Hal yang Perlu Dilakukan Penderita Jantung Koroner Menurut Dekan FKIK UMB Kalsel

Tips Dekan FKIK UMB Kalsel, ketika terjadi serangan jantong koroner, dada kiri sakit, maka segera diam supaya beban pompa jantung bisa diturunkan.

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Solikin NS MKep SpKEB MB, pada acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (27/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyakit Jantung Koroner disebabkan adanya flak yang menyumbat pembuluh darah ke jantung.

Jika sudah terjadi flak, maka tanpa diprediksi bisa terjadi serangan saat sedang beraktivitas. 

Lantas, bagaimana obat mujarab untuk mengatasi serangan Jantung Koroner? Berikut disampaikan Solikin NS MKep SpKEB MB, pada acara BTalk, Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (27/4/2021) pukul 16.00 Wita. 

"Ketika terjadi serangan, dada kiri terasa sakit, maka segera diam. Jangan banyak gerak. Supaya beban pompa jantung bisa diturunkan, tunggu beberapa saat," ujar Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan  Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ( FKKIK UMB ) Kalimantan Selatan ini. 

Baca juga: PSU Pilwali Banjarmasin, Bak Hajatan TPS 21 di Basirih Selatan Diias Balon dan Bunga

Diingatkan Solikin, jangan berpikir nanggung. Misal saat dada kiri sakit, misalnya sedang melangkah ke dalam kantor, memaksakan diri melangkah lagi agar bisa sampai ke dalam. 

"Ketika penderita jantung koroner mengalami serangan, maka satu langkah yang ia lakukan sama halnya memaksa kerja jantung untuk berjalan 1-2 km. Jadi, lebih baik diam," terangnya. 

Bagi penderita yang sudah pernah konsultasi dokter maka biasanya membawa obat terapi pengencer darah dan penurun tekanan darah. Nah, saat itulah konsumsi obat tersebut. 

Olahraga juga harus diperhatikan. Bagi penderita Jantung Koroner, hendaknya mengurangi porsi olahraga yang hanya sesuai kemampuan fisik. 

Baca juga: PSU di Kelurahan Murung Raya Banjarmasin, Pemilih Memuncak Pukul 08.00 Wita

Baca juga: PSU Pilwali Banjarmasin, Bak Hajatan TPS 21 di Basirih Selatan Diias Balon dan Bunga

"Porsinya berbeda dengan orang sehat. Jadi intensitas, durasi dan frekuensi dikurangi. Jika sebelumnya olahraga 3 kali seminggu, maka sekarang 1-2 kali saja," terang Solikin seraya mengatakan contoh olahraga yang bisa dilakukan adalah jalan pagi.

Kemudian mengenai tindakan medis untuk pembuluh darah yang kena flak, maka dilakukan dulu rontgen jantung. Jika diketahui penyumbatannya 40-50-60-80 persen maka langsung disarankan pasang ring.

Kenapa pasang ring? Karena flak yang menetap di pembuluh darah itu selamanya menempel. Agar sumbatan terbuka maka dipasang ring. 

Acara BTalk bersama Dekan FKIK UMB Kalsel yang dipandu M Risman, jurnalis BPost, ini rekamannya juga bisa disaksikan di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online.

(Banjarmasinpost.co.id/ )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved