Breaking News:

Berita Tala

Cuaca Cenderung Kian Panas, Lahan Kosong di Tanahlaut Mulai Terbakar

Sepekan terakhir cuaca di wilayah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), cenderung kian panas meski sesekali masih turun hujan.

Penulis: Idda Royani
Editor: Edi Nugroho
FOTO ESTY WULANDARI BPBD TALA
Petugas Manggala Agni bersama aparat Polsek Panyipatan memadamkan api yang melumat laham tidur di Desa Batakan, Selasa (27/4) malam. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sepekan terakhir cuaca di wilayah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), cenderung kian panas meski sesekali masih turun hujan.

Bahkan api mulai melumat lahan tidur. Seperti yang terjadi di lahan kosong di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Selasa malam tadi.

Data pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, luas lahan yang terbakar sekitar setengah hektare.

Jenis lahan yang terbakar vegetasi bondong dan tanaman purun. Api berkobar sekita pukul 19.50 Wita.

Petugas pemadaman dari Manggala Agni Tanahlaut dan anggota Polsek Panyipatan bersama-sama memadamkan kobaran api sehingga tak makin meluas.

Baca juga: VIDEO Kades Pusing Lahan Tinggal Masuk Kawasan Hutan, Polda Kalsel Fasilitasi Cari Solusi

Baca juga: 4,2 Hektare Lahan di Balangan Disiapkan untuk Istana Anak Yatim

Baca juga: Polisi Selidiki Kebakaran Lahan Seluas Lima Hektare di Jalan Dulin Kandang Palangkaraya

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Rabu (28/4/2021), rerumputan atau semak belukar di lahan-lahan tidur terlihat maki kering. Bahkan di antaranya berwarna kecokelatan akibat sengatan panas matahari.

Di antaranya terlihat di kanan kiri jalan nasional di wilayah Desa Gunungraja Kecamatan Tambangulang dan Desa Benuaraya Kecamatan Batibati. Bondong di lahan rawa luas setempat sebagian
terlihat mengering kecokelatan.

"Panas banget, rasa panasnya seperti tanda kemarau panjang. Bondong di tepi jalanan itu sudah mulai rawan terbakar," ucap Hilmi, warga Pelaihari.

Ia berharap petugas pemadam siaga di lokasi sehingga jika sewaktu-waktu ada muncul api bisa segera diatasi. "Soalnya kan hampir jadi langganan kebakaran saat kemarau di rawa bondong itu. Mudah-mudahan kemarau tahun ini tak terbakar atau paling tidak terminimalkan," tandasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved