Breaking News:

Berita Kalteng

Stok Sembako di Palangkaraya Masih Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 2021

Disperindagkop UMKM Kota Palangkaraya yakin stok sembako aman karena angkutan bahan pangan boleh lewat di masa larangan mudik di wilayah Kalteng.

BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Penjual cabai, sayuran dan lainnya di pasar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara moda  transportasi laut, udara dan darat.

Rencana, diberlakukan selama 12 hari, yaitu sejak 6 sampai 17 Mei 2021. Tujuannya, mencegah penyebaran Covid-19.

Atas hal itu, pasokan sembako dan lainnya khusus ke wilayah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tidak berpengaruh.

Demikian keyakinan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMK (Disperindagkop UMKM) Kota Palangkaraya, Rawang, terkait pengaturan mobilitas pada momen liburan Hari Raya Idul Fitri 1442 H / 2021 tersebut.

Baca juga: Berada di Zona Hijau, Puluhan Sekolah di Palangkaraya Kalteng Ajukan Belajar Tatap Muka

Baca juga: Narkoba Kalteng, Warga Simpan 9 Paket Sabu di Dompet Digiring ke Polres Kotim

"Penyekatan atau penghentian moda transportasi tidak berpengaruh. Karena, untuk angkutan dikecualikan. Artinya, boleh lewat," ucapnya, Selasa (27/4/2021).

Meskipun nantinya ada penyekatan untuk menghalau pemudik, lanjut dia, tidak demikian dengan pasokan sembako yang akan masuk ke Palangkaraya.

"Pasokan sembako tidak akan terganggu akibat permasalahan transportasi, termasuk terkendala akibat cuaca buruk, stok tetap mencukupi,” tandasnya.

Dia juga menegaskan, distributor komoditas yang dikelola pemerintah melalui Bulog memastikan ketersediaan bahan pangan.

Baca juga: Polisi Selidiki Kebakaran Lahan Seluas Lima Hektare di Jalan Dulin Kandang Palangkaraya

Baca juga: Karhutla Kalteng, Personel Brimob Padamkan Api di Jalan Arah Sampit-Pangkalanbun

"Bahan pokok dari Bulog, yaitu beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan daging beku serta komoditas lainnya, cukup," tukas Rawang.

Di sisi lain, lanjut dia, Disperindagkop UMKM Palangkaraya terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) maupun Bulog, untuk mengantisipasi ketahanan pangan bagi masyarakat Kota Palangkaraya.

"Kami bersama Tim Satgas Pangan terus memantau ketersediaan bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan di pasar,” pungkas mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya ini.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved