Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kematian Bayi akibat Gangguan Pernafasan Masih Tinggi, RSUD Ulin Banjarmasin Beri Bantuan ini

RSUD Ulin Banjarmasin menyerahkan alat bantu pernafasan pada bayi baru lahir kepada Kadinkes Banjarmasin untuk dibagikan ke puskesmas

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/milna sari
serah terima alat BiRD ke Dinkes Banjarmasin 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih minimnya alat bantu nafas bagi bayi baru lahir di Kalimantan Selatan membuat RSUD Ulin Banjarmasin memberikan bantuan inovasi alat bantu pernafasan pada bayi baru lahir yakni Continous Positive Airway Pressure – Babies Respiratory Distress Recovery Device (CPAP-BiRD) yang dibuat Prof Ari Yunanto dan tim.

Sebanyak 21 alat BiRD diserahkan direktur RSUD Ulin Banjarmasin Hj Suciati kepada Kadinkes Banjarmasin Mahli Riadi untuk digunakan di puskesmas di Banjarmasin, Kamis (29/4/2021) di Ulin Tower RSUD Ulin.

"Terimakasih kepada RSUD Ulin, kami akan mewajibkan kepada semua praktik bidan di Banjarmasin agar memakai alat ini termasuk juga di Puskesmas- puskesmas," ujar Kadinkes Banjarmasin Mahli Riadi.

BiRD sudah digunakan di RSUD Ulin Banjarmasin sejak 2008.

Baca juga: Kalah di PSU, Namun Jadi Pemenang Pilwali Banjarmasin 2020, ini Kata Calon Wawali Petahana

Baca juga: Tetap Unggul di Pilwali Banjarmasin 2020, Ini Tanggapan Petahana H Ibnu Sina

Selain itu juga digunakan di RSUD Ratu Zalecha Martapura, RSUD Badaruddin Tanjung dan RSUD Boejasin di Pelaihari.

"Kita akan sosialisasikan lagi agar juga bisa dipakai di daerah lain," ujar Suciati.

BiRD ungkap Suciati sejak dipakai RSUD Ulin mampu menurunkan jumlah kematian bayi akibat gagal pernafasan hingga 12 persen.

Sebelumnya angka kematian bayi akibat gagal pernafasan hingga 15 persen pertahun kemudian turun menjadi 3 persen.

Pemberian bantuan BiRD jelas Suciati hanya berupa stimulus agar nantinya bisa diperbanyak sendiri mengingat biaya pembuatan BiRD tak sampai 300 ribu per unit.

Baca juga: Rencana Pembangunan Kodim di Balangan ke Tahap Land Clearing, Dandim 1001 Tinjau Langsung Lokasi

Baca juga: Tak Tahu Wajib Pakai Suket PCR Swab, Banyak Keberangkatan Penumpang Pesawat Tujuan Kalteng Tertunda

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved