Breaking News:

Berita Kalteng

Masuk Bandara TJilik Riwut Palangkaraya Mahal, Pemudik Pilih Lewat Bandara Syamsuddin Noor Kalsel

Hasil PCR syarat wajib masuk Kalteng mahal, pemudik ke Palangkaraya pilih lewat Kalsel karena cukup menggunakan Rapid Tes Antigen

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Penumpang pesawat di Bandara Tjilk Riwut yang ingin berangkat ke luar Kalteng cukup menggunakan surat keterangan Negatif pemeriksaan GeNose sudah bisa naik pesawat, sebaliknya, penumpang dari luar masuk ke Bandara di Kalteng wajib pakai Surat Keterangan bebas Covid-19 hasil Pemeriksaan PCR Swab 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran melalui surat edaran yang mewajibkan semua penumpang pesawat dari luar ke Bandara di Kalteng wajib pakai Surat Sehat Negatif pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) Swab sudah diberlakukan dalam beberapa minggu ini.

Harga Pemeriksaan PCR yang cukup mahal, berkisar antara Rp850 ribu hingga Rp1 juta satu kali swab, bagi sebagian kalangan cukup memberatkan.

Kadang harga tiket pesawat lebih murah dibandingkan harga pemeriksaan PCR.

Sebagian kalangan memilih ke Kalteng lewat Bandara Syamsudinoor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Baca juga: Warga di Kapuas Timur Kalteng Terima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

Baca juga: Stok Sembako di Palangkaraya Masih Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 2021

Ibnu, warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, merupakan salah satu pemudik yang memilih pulang kampung lewat Bandara Syamsudinoor Kalsel.

Biaya ke Palangkaraya lebih murah, karena syarat masuk bandara cukup menggunakan Rapid Tes Antigen yang harga pemeriksaannya berkisar antara Rp200 ribu-Rp250 ribu.

"Jika bertolak dari Jogjakarta, malah lebih murah, karena memakai GeNose-19 yang harganya hanya Rp40 ribu untuk satu kali pakai," ujarnya.

Surat Keterangan Rapid Tes Antigen yang sudah dipakai lewat pesawat saat bertolak dari Syamsudinoor menuju Kalteng tetap bisa dipakai saat pemeriksaan di pos perbatasan darat.

Setelah adanya kebijakan semua penumpang pesawat yang masuk ke Kalteng wajib menggunakan Surat Keterangan Negatif pemeriksaan PCR Swab, banyak warga Palangkaraya yang memilih pesawat rute Syamsudinoor, untuk menghemat biaya, untuk menghindari penggunaan PCR Swab.

Baca juga: Tetap Unggul di Pilwali Banjarmasin 2020, Ini Tanggapan Petahana H Ibnu Sina

Baca juga: Optimalisasi Pemungutan Pajak, Pemkab HSU Jalin Komitmen dengan Pemerintah Pusat

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Organda, Kotawaringin Timur, M Gumarang, menilai kebijakan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, yang mewajibkan penumpang pesawat masuk Kalteng wajib pakai PCR dianggap cukup berat.

"Penumpang Pesawat yang ingin ke Kalteng lewat Kalsel itu, karena merasa terlalu berat untuk biaya pemeriksaan PCR Swab karena mahal dan memilih Kalsel sebagai alternatif, ekonomi sedang susah seperti sekarang wajar saja, akhirnya pengguna moda transportasi udara lewat Kalsel yang terdekat dengan Kalteng,untuk menghemat biaya," ujarnya.

Dia juga meminta angkutan sembako lewat darat dari Kalsel ke Kalteng jangan dipersulit, karena mereka membawa kebutuhan pokok yang biasanya tidak lama untuk mengantarkan barang atau sembako di pasar.

"Jangan sampai angkutan tersebut dilarang, karena bisa berdampak pada melonjaknya harga sembako di pasar tradisional di Palangkaraya dan sekitarnya," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved