Breaking News:

Berita Palangkaraya

VIDEO Sosialisasi Kurang, Penumpang Pesawat Belum Tahu ke Kalteng Wajib Pakai Suket Negatif PCR Swab

Sejumlah penumpang dari Jakarta maupun Surabaya dan Yogyakarta yang ingin ke sejumlah Bandara Udara di Kalteng mengaku kaget dengan adanya kebijakan G

Penulis: Fathurahman | Editor: Edi Nugroho

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sejumlah penumpang dari Jakarta maupun Surabaya dan Yogyakarta yang ingin ke sejumlah Bandara Udara di Kalteng mengaku kaget dengan adanya kebijakan Gubernur Kalteng yang mewajibkan penumpang menyertakan Surat Keterangan (Suket) Negatif Covid-19 melalui pemeriksaan PCR Swab.

Keluhan banyak terjadi saat penumpang berada di bandara di Pulau Jawa, ada beberapa penumpang yang sudah memeriksakan diri pakai Rapid Tes Antigen atau GeNose -19 ketika lapor tiket baru diberitahukan wajib pakai Surat Kesehatan Negatif PCR Swab, sehingga ada beberapa penumpang yang terpaksa hangus tiketnya saat berada di Bandara Pulau Jawa.

Salah seorang mahasiswa asal Yogyakarta Tino Septiyas, warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang baru bertolak dari Bandara Yogyakarta ke Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, mengaku, baru tau masuk ke Kalteng wajib pakai Surat Keterangan Sehat PCR Swab ketika berada di Bandara Kulon Progo Yogyakarta.

Baca juga: Masuk Bandara TJilik Riwut Palangkaraya Mahal, Pemudik Pilih Lewat Bandara Syamsuddin Noor Kalsel

Baca juga: Larangan Mudik Diberlakukan, Bandara Syamsudin Noor Kehilangan Pendapatan Rp 400 Juta Sehari

Baca juga: Ada Mafia di Bandara Soekarno-Hatta, Loloskan Penumpang Luar Negeri Tanpa Karantina

Saat tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, dia mengatakan, sempat memakai pemeriksaan GeNose-19 tetapi saat lapor ke maskapai di Bandara ternyata ditolak pakai GeNose sehingga dia akhirnya kembali melakukan pemeriksaan PCR Swab untuk bisa berangkat ke Palangkaraya.

"Ya, awalnya saya sudah periksa GeNose bayar Rp40 ribu, pas di bandara ternyata tidak boleh karena ke Kalteng wajib pakai Suket PCR Swab, sehingga saya langsung periksa PCR Swab dengan dana Rp850 ribu, untung masih sempat sehingga bisa sampai ke Bandara Tjilik Riwut," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan, Rosalina warga di Sampit, Kamis (29/4/2021) yang mengaku mendapat keluhan dari tetangganya saat ingin bertolak dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara H Asan Sampit, karena baru tahu penumpang pesawat wajib menggunakan Suket Negatif PCR Swab, sehingga cukup banyak yang tertunda pulang ke Kalteng.

Pantauan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, jumlah penumpang yang naik pesawat ke Kalteng berkurang, bahkan untuk penerbangan Pesawat Batik Air dari Yogyakarta Palangkaraya yang awalnya berangkat Minggu (25/4/2021) diundur Senin,(26/4/2021). (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved