Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Buktikan Dugaan Money Politic, Tim Hukum Ibnu-Arifin Serahkan Segepok Uang ke Bawaslu Banjarmasin

Membawa segepok uang, Tim hukum Ibnu-Arifin mendatangi Bawaslu Banjarmasin untuk membuktikan laporan adanya money politic di PSU Pilkada Banjarmasin

Tim hukum Ibnu-Arifin untuk BPost
Tim hukum H Ibnu Sina-Arifin Noor menyerahkan segepok uang sebagai bukti dugaan money politic saat pelaksanaan PSU Pilwali Banjarmasin 2020, Jumat (30/4/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim hukum pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin petahana yakni H Ibnu Sina-Arifin Noor kembali mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin, Jumat (30/4/2021) sore.

Mereka yang saat itu dipimpin oleh Ketua Tim Hukum paslon dengan nomor urut 02 yakni Imam Satria Jati ini datang membawa segepok uang dan menyerahkannya kepada Bawaslu Banjarmasin.

Dan segepok uang berupa uang pecahan Rp 50 ribu yang diserahkan tersebut, tidak lain merupakan alat bukti yang diserahkan oleh tim hukum paslon H Ibnu Sina-Arifin Noor terkait dengan dugaan adanya money politic.

"Kita menyerahkan alat bukti segepok duit dan totalnya jutaan rupiah. Dan ada juga daftar penerima uang di wilayah Pemungutan Suara Ulang (PSU)," ujar Imam kepada wartawan, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Rekapitulasi Hasil PSU Pilwali Banjarmasin 2020 Masih Berlangsung di Tingkat Kecamatan

Baca juga: Kalah di PSU, Namun Jadi Pemenang Pilwali Banjarmasin 2020, ini Kata Calon Wawali Petahana

Baca juga: Tetap Unggul di Pilwali Banjarmasin 2020, Ini Tanggapan Petahana H Ibnu Sina

Seperti diketahui, sebelum pelaksanaan PSU untuk Pilkada (Pilwali) Banjarmasin 2020, tim hukum Ibnu-Arifin membuat laporan ke Bawaslu Banjarmasin terkait dengan adanya dugaan politik uang yang dilakukan oleh tim dari salah satu paslon.

Oleh Bawaslu Banjarmasin, mereka pun diminta untuk melengkapi berkas termasuk juga bukti-bukti dari laporannya tersebut, sehingga tim hukum Ibnu-Arifin pun kemudian datang untuk menyerahkan bukti tambahan.

Imam pun menceritakan bahwa segepok uang tersebut didapat dari seorang saksi kunci yang juga menjadi koordinator untuk membagikannya kepada pemilih di wilayah PSU.

"Daftar penerimanya ada ratusan. Tapi dia tidak mau membagikan dan menyerahkan ke kami, dan kami pun melaporkannya ke Bawaslu Banjarmasin," jelasnya.

Selain menyerahkan segepok uang beserta daftar orang yang akan menerimanya, tim hukum Ibnu-Arifin pun juga menyerahkan bukti lainnya.

"Kita juga menyerahkan rekaman video, serta ada sembilan orang yang mau bersaksi," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Frans Rumbon
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved