Ketum Partai Ummat

Jadi Ketum Partai Ummat, Ridho Rahmadi Mantu Amien Rais Kena Nyinyir, Begini Sosoknya

Baru menjabat Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi menantu Amien Rais kena nyinyir. Tanda-tanda oligarki

kolase tribunnews
Logo Partai Ummat dan Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi.Jadi Ketum Partai Ummat, Ridho Rahmadi Mantu Amien Rais Kena Nyinyir, Begini Sosoknya 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ridho Rahmadi akhirnya ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Namun baru saja menjabat, mantu Amien Rais itu sudah kena nyinyir.

Kehadiran suami Tasniem Fauzia Rais itu dituding memperkuat sinyal adanya praktik oligarki di tubuh Partai Ummat yang dideklarasikan Amien Rais.

Sementara dalam partai tersebut, Amien Rais menjadi Ketua Majelis Syuro.

Sindiran pun dilontarkan Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus. Dia menyindir bahwa ada oligarki di tubuh Partai Ummat yang dideklarasikan Amien Rais itu.

Baca juga: Dicekal KPK Gegara Terseret Kasus Suap, Karir Aziz Syamsuddin di Gedung Parlemen di Ujung Tanduk?

Baca juga: Menanti Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan 2021, Itikaf dan Sholat Tahajud Dianjurkan

"Karena ini menantu Pak Amien, masyarakat akan menilai apakah praktik oligarki atau partai dibentuk dalam sistem kerajaan telah berlaku pada Partai Ummat. Tentu masyarakat sudah cerdas, kita persilakan masyarakat menilai," kata Guspardi kepada wartawan, Jumat (30/4/2021).

Legislator asal Sumatera Barat ini enggan berspekulasi apakah Partai Ummat sengaja didirikan Amien untuk membangun dinasti politik atau tidak.

Menurut dia, masyarakat yang akan menilai tujuan Amien mendirikan partai tersebut.

Diketahui, Ridho Rahmadi lebih dikenal sebagai ahli di bidang sains data, machine learning, dan secara khusus dalam konteks pemodelan kausal.

Dia juga tercatat sebagai staf pengajar di Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII) sejak 2009.

"Sebelum jadi Ketum Ummat, sudah banyak berita yang mengatakan bahwa mas Ridho adalah menantu Pak Amien, seorang doktor Ph.d bidang IT dan dosen di UII.

Semua orang itu sudah mengetahui dan memahami, tentu bagaimana respons masyarakat terhadap partai yang didirikan oleh Pak Amien, tentu silakan masyarakat yang menilai," ucapnya.

Anggota Komisi II DPR RI itu menegaskan, partainya tidak terganggu atau merasa tersaingi dengan kehadiran Partai Ummat.

Menurut dia, PAN menyatakan setiap warga negara berhak mendirikan sebuah partai. Tinggal bagaimana menjadi suatu organisasi politik yang mampu mewadahi aspirasi masyarakat lewat pemilu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved