Breaking News:

Wabah Corona

Krisis Kasus Covid-19 India, Dua Hari Simpan Jenazah di Rumah Menunggu Dikremasi

Bagi yang ingin melakukan kremasi terpaksa menunggu antrean. Bahkan ada yang terpaksa harus menyimpan jenazah dua hari di rumah

antara
Kremasi masal korban tewas akibat terinfeksi virus corona (COVID-19), terlihat di sebuah lapangan krematorium di New Delhi, India. Gambar diambil menggunakan drone. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus Covid-19 di India makin memburuk. Pemerintah setempat belum bisa mengendalikan penyebaran wabah mematikan tersebut.

Bahkan kini tempat pembakaran mayat (krematorium) kehabisan tempat. Tak sedikit mayat dibiarkan bergelimpangan tak terurus.

Bagi yang ingin melakukan kremasi terpaksa menunggu antrean. Bahkan ada yang terpaksa harus menyimpan jenazah dua hari di rumah menunggu mayat siap dikremasi.

Krisis Covid-19 di India semakin buruk. Penambahan ratusan ribu kasus harian berimbas pada melonjaknya angka kematian.

Akibatnya, krematorium tidak sanggup menampung semua jenazah.

Baca juga: THR PNS, TNI dan Polri Dicairkan H-10, Gaji ke-13 Menyusul dan Ingat Waktunya

Baca juga: Peristiwa Babi Ngepet Depok Dinyinyiri Komika Bintang Emon: Banyakin Tabayun

Krematorium kehabisan tempat untuk melakukan kremasi, membuat banyak orang harus mengantre demi memberi penguburan yang layak untuk anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19.

Seorang suami dikabarkan harus menggendong mayat istrinya yang meninggal karena Covid-19, sejauh 2 mil (3,2 km) di India.
Seorang suami dikabarkan harus menggendong mayat istrinya yang meninggal karena Covid-19, sejauh 2 mil (3,2 km) di India. (Istimewa)

"Awalnya kami diminta membangun 24 perapian tambahan, lalu meningkat menjadi 50 perapian," kata pekerja krematorium, Jitender Singh Shunty, seperti yang dilansir dari BBC Indonesia pada Kamis (29/4/2021).

"Ada begitu banyak jenazah dan kami mulai kehabisan kayu bakar. Situasisnya sangat buruk. Jika situasinya terus begni hingga beberapa hari ke depan, kami terpaksa membakar mayat di jalanan," lanjutnya.

Banyak kremasi yang harus dilakukan membuat para pekerja nyaris tidak bisa beristirahat.

"Saya belum pernah melihat situasi yang begitu mengerikan seperti ini. Saya tidak percaya ini terjadi di Delhi, ibu kota India," kata relawan krematorium, Charanjeev Malhotra.

Baca juga: Penggunaan Alat Rapid Test Bekas Terungkap, Menteri Erick Thohir: Pecat Semua yang Terlibat

Halaman
12
Editor: M.Risman Noor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved