Breaking News:

Berita Tala

Warga Batibati Tanahlaut Digegerkan Penemuan Mayat, Polisi Lakukan Evakuasi

Ketenangan warga Desa Batibati dam sekitarnya, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mendadak berubah heboh, Ju

Penulis: Idda Royani
Editor: Edi Nugroho
BAYSORI UNTUK BPOST BANJARMASINPOST.CO.ID
Suasana evakuasi jenazah Ruslan (60), Jumat (30/4) siang. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ketenangan warga Desa Batibati dam sekitarnya, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mendadak berubah heboh, Jumat (30/3/2021) siang.

Itu menyusul penemuan mayat lelaki tua di Sungai Paku di wilayah Desa Batibati. Orang pertama yang melihat (menemukan) adalah seorang pemancing ikan bernama Baron, warga Batibati.

Saat itu, ia bersama sang anak sedang beraktivitas memancing menggunakan kelotok kecil. Saat bergerak menyusuri Sungai Paku, kaget ketika melihat sesuatu yang mencurigakan dan setelah didekati ternyata tubuh manusia, lelaki tua.

"Saksi, Pak Baron, lalu menghubungi kami dan kami pun segera turun ke lokasi guna melakukan evakuasi," ucap Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi melalui Kapolsek Batibati Iptu Baysori.

Baca juga: Mayat Penjual Es Asal Kabupaten HSS Tertimbun di Lereng Gunung Kabupaten Banjar

Baca juga: Fakta-fakta Mayat Wanita dalam Gulungan Kasur, Sedang Hamil dan Dibunuh Suami Sendiri

Baca juga: Warga Desa Penyang Kotim Temukan Mayat Pria Membusuk di Parit Bersama Sepeda Motornya

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Mayat Petani Jagung Hampang Kabupaten Kotabaru Ditemukan di Ladang

Ia menerangkan lumayan jauh lokasi penemuan mayat tersebut. Menjangkaunya juga susah karena mesti jalan kaki lantaran akses jalan darat hanya berupa jalan setapak.

Sekitar pukul 10.00 Wita dirinya bersama beberapa anggota menapaki jalur darat tersebut. Perlu waktu sekitar setengah jam.

Suasana evakuasi jenazah Ruslan (60), Jumat (30/4) siang.
Suasana evakuasi jenazah Ruslan (60), Jumat (30/4) siang. (BAYSORI UNTUK BANJARMASINPOST.CO.ID)

Sedangkan sebagian anggota lainnya melalui jalur sungai menggunakan kelotok. Waktu tempuh lebih lama karena alur sungai berkelok dan memutar cukup jauh.

"Sungai Paku itu tembusannya di jembatan di Jalan A Yani Desa Benuaraya, yang ada langgar itu. Dari situ anggota bergerak ke Sungai Paku, di sisi kiri jalan kalau dari arah Banjarmasin," papar Baysori.

Dikatakannya, saat ditemukan kondisi jenazah mengapung dengan kondisi pakaian masih lengkap. Pihaknya langsung mengevakuasi melalui jalur sungai dan dibawa ke Puskesmas Batibati untuk divisum.

Hasil visum, sebutnya, tak ditemukan tanda kekerasan. Diperkirakan korban terpeleset dan jatuh ke sungai lalu mengembuskan napas terakhir.

"Korban adalah warga Desa Martadah, Kecamatan Tambangulang, yang dilaporkan hilang sejak dua hari lalu," sebut Baysori.

Laporan orang hilang tersebut juga beredar di unggahan akun Kai Wala di Facebook, kemarin, disertai foto. Disebutkan, orang hilang atas nama Ruslan warga RT 04 RW 01 Desa Martadah 60 tahun. Ciri-ciri mengenakan baju lengan panjang bertudung dengan lengan berwarna biru dan mengenakan celana panjang warna putih. Meninggalkan rumah sejak Rabu 28 April 2001.

Baysori menuturkan letak ditemukannya jenazah korban cukup jauh dari jalan raya trans Kalimantan (A Yani). Namun tak terlalu jauh dari rumah korban di Desa Martadah.

"Setelah selesai divisum, jenazah dibawa pulang ke rumah duka oleh pihak keluarga," pungkas Baysori. (Banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved