Breaking News:

Berita HST

Wisata Pagat Buka Saat Libur Lebaran, Kadisporapar Kabupaten HST Pastikan Layak Dikunjungi

Pengunjung wisata alam Pagat Kabupaten HST saat libur Lebaran, wajib jalani prokes. Fasilitas toilet, gazebo, tangga, sudah diperbaiki Disporapar HST.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Puncak Titian Musang Papagaran di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan , destinasi wisata baru yang menarik dikunjungi untuk berlibur. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Wisata alam Pagat, satu-satunya objek wisata yang masih eksis dikelola pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, sudah bisa dikunjungi.

Setelah sempat mengalami kerusakan akibat banjir bandang, fasiltas yang rusak pun telah diperbaiki.

Kepala DInas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Didsporabudpar) Kabupaten HST, Wahyudi,  memastikan bahwa Pagat kembali layak dikunjungi sebagai salah satu wisata andalan.

“Hari kedua Libur Lebaran 2021 sudah buka dan melayani pengunjung. Tentunya dengan protokol kesehatan yang wajib ditaati. Termasuk fasilitas untuk prokes, yaitu pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan dilengkapi sabun, wajib disediakan pengelola. Tak hanya di objek wisata pemerintah, tapi juga yang dikelola swasta,” kata Wahyudi.

Baca juga: Operasi Ketupat Intan di Kabupaten HST, Ini Sasaran Pengamanan dan Potensi Kerawanannya

Dijelaskan, fasilitas yang rusak di wisata pagat hst, yakni tangga di bagian paling bawah, sudah diperbaiki.

Sedangkan gazebo dan tempat duduk pengunjung yang berada di atas tanah yang tinggi, masih kondisi baik karena tak terdampak.

Namun untuk jembatan gantung penyeberangan ke gua maupun ke puncak Sarigading yang rusak total, belum diperbaiki.

Sementara, penyeberangan tersedia adalah rakit bambu. Sedangkan toilet dan kamar ganti pakaian yang rusak, sudah diperbaiki.

Baca juga: Razia Petasan dan Knalpot Nyaring, Anggota Polres HST Juga Bubarkan Kerumunan Remaja

Mengenai tarif masuk, kata Kepala Disporapar HST ini, berdasarkan tarif resmi Pemkab HST tak ada kenaikan atau tetap Rp 5.000 per orang.

“Kalau pun ada kenaikan, kemungkinan di parkir yang dikelola masyarakat setempat,” katanya.

Mengenai objek wisata milik pemerintah lainnya, yaitu Wisata Lok Laga HST ( Kalsel ), sudah jarang dikunjungi.

Pengunjung bersantai di Gua Limbuhang Haliau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten HST.
Pengunjung bersantai di Gua Limbuhang Haliau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Foto diambil sebelum pandemi. (banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi)

Kemudian, Wahyudi memprediksi terjadi penurunan tingkat kunjungan sebagai dampak larangan mudik dari pemerintah pusat.

Meski demikian, antisipasi membeludaknya pengunjung tetap dilakukan, bekerja sama dengan Polri/TNI dan dinas terkait lainnya.

Disebutkan, tahun 2021 pertama kali objek wisata dibuka, selama masa pandemi Covid-19. Sebelumnya, pada tahun 2020, semua objek wisata dilarang operasional.

Disiplin pengujung dan pengelola objek wisata, diharapkan untuk mencegah penularan Covid-19, dengan mematuhi prokes agar masyarakat tetap sehat dan roda perekonomian di sektor wisata tetap berjalan.

Di Kabupaten HST, masih banyak objek wisata yang bisa dikunjungi untuk liburan keluarga.

Di Kecamatan Hantakan, ada Puncak Titian Musang di Papagaran Desa Patikalain dan Wisata Air Panas.

Sedangkan di Kecamatan Batubenawa, selain Wisata Pagat, ada Taman Baruh Bunga dan Gua Limbuhang di Desa Haliau, serta Pulau Mas, masih di kawasan Pagat.

Di Kecamatan Batangalai Timur, ada wisata sungai di Desa Nateh dan Kampung Bambu di Desa Tandilang, Gua Sawar di Desa Salak.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanai)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved